Jurusan Filsafat dan Sastra Nusantara UGM Sepi Peminat

Bernada Rurit
http://www.tempo.co/

Program Studi Ilmu Filsafat dan Program Studi Sastra Nusantara di Universitas Gadjah Mada sepi peminat. “Sastra Nusantara dan Filsafat dari tahun ke tahun memang masih kurang diminati, dan termasuk tahun ini,” kata Kepala Humas dan Protokol Universitas Gadjah Mada Suryo Baskoro di kantornya, Selasa, (8/3). Continue reading “Jurusan Filsafat dan Sastra Nusantara UGM Sepi Peminat”

Puisi Sufi Nusantara dan Persia

Asarpin *

Pada masa lalu, selain muncul para ilmuwan, juga diramaikan oleh kehadiran kaum sufi. Kita dapat menelusuri dalam lembaran teks kesusastraan sufistik di dunia daratan India, Persia, Arab, dan Indonesia. Amir Hamzah dalam salah satu esainya di tahun 1930-an yang bertajuk Kesusasteraan, yang dimuat dalam buku Esai dan Prosa (Dian Rakyat, 1982), secara sangat memikat menelusuri kesusastraan sufi di belahan dunia: India, Tionghoa, Arab, Ajam, Indonesia. Kesusastraan Indonesia sendiri, kata Amir Hamzah, banyak dipengaruhi oleh kesusastraan tanah luar, seperti kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam. Continue reading “Puisi Sufi Nusantara dan Persia”

Mencegah Disintegrasi dengan Strategi Kebudayaan

Hardi Hamzah*
Lampung Post, 13 Juni 20007

APA yang dikemukakan oleh Dr. Soedjatmoko (1986) tentang pembangunan dan pembebasan bagi sosok manusia, sesungguhnya mengandung makna kebudayaan.

Pembangunan, ujar Soedjatmoko, sangat erat kaitannya dengan proses perubahan manusia dalam dimensi kebudayaan. Sementara pembebasan dalam konteks kemanusiaan dilihat Bung Koko sebagai pisau analisis untuk suatu interaksi dalam konteks akulturasi budaya. Continue reading “Mencegah Disintegrasi dengan Strategi Kebudayaan”

Fiksi Kilat, Apa Pula Itu?

Reiny Dwinanda
Republika, 17 Juni 2007

SEOLAH mengambil inspirasi dari irama kehidupan yang serbacepat, praktis, dan memudahkan, ranah sastra sepertinya tak mau ketinggalan mengikuti tren dunia. Lantas, hadirlah fiksi kilat ke sidang pembaca. Apa pula itu?

Argumen tadi sejatinya bukan alasan yang memunculkan fiksi kilat. Faktor pendorongnya malah masih berupa tanda tanya. Sebab, karya-karya macam itu telah diciptakan dari dulu kala. Continue reading “Fiksi Kilat, Apa Pula Itu?”

Laku Etik dan Estetik Dalam Watak Kepenyairan

Damhuri Muhammad*
Pikiran Rakyat, 23 Juni 2007

SEJAK akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2004 silam, sejumlah koran riuh oleh polemik menyoal diluncurkannya buku kumpulan puisi Kuda Ranjang, karya Binhad Nurrohmat. Tak kurang dari 15 esai telah menimbang buku itu.

Banyak yang memuji kepiawaian Binhad mengurai tubuh perempuan dalam bait sajak, banyak pula yang menghujat, bahkan ada yang terang-terangan menyeringai: “Menjijikkan membaca puisimu.” Tapi, Continue reading “Laku Etik dan Estetik Dalam Watak Kepenyairan”

Bahasa »