Sendiri Memutari Tanah Air Mata

: Selamat Ulang Tahun, Presiden Penyair SCB

Chavchay Syaifullah
Media Indonesia, 24 Juni 2007

PADA 1974, beberapa hari sebelun berangkat ke Iowa City, Amerika Serikat, penyair Sutardji Calzoum Bachri tampil membacakan puisi-puisinya di Gedung Teater Arena, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Di situlah, ketika botol-botol bir bersatu dengan aksi deklamasi puisi, saat Sutardji berguling-gulingan tanpa baju, ia berteriak pertama kalinya: Continue reading “Sendiri Memutari Tanah Air Mata”

Tentang Penyair

Alex R Nainggolan*
Seputar Indonesia, 29 Juli 2007

Seorang penyair merupakan orang yang tak mau diganggu. Namun sebenarnya ia suka juga,mungkin secara sembunyi-sembunyi, sekadar nguping pendapat pembaca, demikian penuturan Sapardi Djoko Damono dalam pengantar kumpulan puisinya, Hujan Bulan Juni.

Sebab, lanjutnya, seorang penyair belajar dari banyak pihak maupun hal-ihwal kehidupan: keluarga, penyair lain, kritikus,pembaca, teman-teman, masyarakat luas, media massa,dsb. Hal itu pulalah yang menyebabkan bahwa dirinya tak hidup sendirian bersama puisinya.Tak cuma penyair dan puisi, tetapi juga pada tatanan hidup masyarakat. Continue reading “Tentang Penyair”

Kepenyairan: Sewindu Kepergian Linus Suryadi di Yogyakarta

Agni Rahadyanti
Kompas, 01 Agu 2007

PARA sahabat, keluarga, kelompok seniman, dan masyarakat umum memperingati sewindu meninggalnya penyair Linus Suryadi AG di Pendopo Karta Pustaka, Yogyakarta, Senin (30/7) malam. Selain membaca puisi karya-karya almarhum, mereka yang hadir juga saling berbagi pengalaman kebersamaan dengan Linus. Continue reading “Kepenyairan: Sewindu Kepergian Linus Suryadi di Yogyakarta”

Sastra Pasar(an)

Agus Hernawan *
Seputar Indonesia, 5 Agu 2007

SASTRA dan pasar. Hubungan keduanya, barangkali, menyerupai perselingkuhan. Ia sesuatu yang mengasyikkan, tetapi juga mencemaskan. Ada hal yang dianggap normatif, semacam pakem tentang sesuatu yang tak bisa dijual.

Sementara, pasar jelas adalah persoalan bagaimana sebuah produk harus memiliki kemolekan dan kekuatan bujuk rayu. Selain itu, pasar menuntut daya saing dalam capaian-capaian inovasi yang tak mengenal ujung. Nah,di sinilah masalahnya. Dunia sastra kita tak punya perbendaharaan pada persaingan yang wajar dan rasional. Continue reading “Sastra Pasar(an)”

Gerhana Mata

Djenar Maesa Ayu
Kompas, 05/20/2007

Malam selalu memberi ketenangan. Banyak kenangan yang begitu mudah dikais dalam ruang-ruang kegelapan. Kenangan yang memang hanya layak mendekam dalam gelap itu seolah mengacung-ngacungkan telunjuknya meminta waktu untuk diingat setiap kali malam bergulir, di atas pembaringan tanpa kekasih yang tak akan hadir. Continue reading “Gerhana Mata”

Bahasa ยป