Pram, Sastra, dan Religiusitas

Asarpin

Kebimbangan dan kesaksian yang sehat
lebih baik daripada kepercayaan atau keyakinan yang buta
dan yang hanya baik bagi golongan yang kehilangan akalnya.
Pemujaan pada Tuhan adalah sahabat karib kefanatikan
yang biasanya bergandengan tangan dan tiap kesempatan
dipergunakan mereka untuk membunuh akal
–malakulmaut kemerdekaan berpikir dan kemajuan.
–PRAMOEDYA ANANTA TOER, Masalah Ketuhanan dalam Kesusastraan Continue reading “Pram, Sastra, dan Religiusitas”

Djamal Tukimin Sosok Muslim dalam Dunia Sastra

Tiar Anwar Bachtiar
http://networkedblogs.com/h0ljN

Nama Djamal Tukimin di kalangan sastrawan dan peminat sastra di Asia Tenggara cukup dikenal baik. Dari namanya banyak yang mengira ia berasal dari Indonesia karena nama “Tukimin” di belakangnya adalah nama khas Jawa. Namun, Djamal sebetulnya lahir di Geylang Serai Singapura 20 Oktober 1946 lalu. Ia juga besar dan bersekolah di sana. Hingga saat ini ia tinggal di Singapura. Tukimin adalah nama ayahnya, orang Purworejo (Jawa Tengah) yang pada zaman Belanda merantau ke Singapura; dan Pak Djamal, begitu penulis biasa menyapanya, pun masih punya keluarga di Indonesia. Continue reading “Djamal Tukimin Sosok Muslim dalam Dunia Sastra”

Oki Setiana Dewi: Menjajal Dunia Sastra

Rizky Andriati Pohan
http://nasional.jurnas.com/

NAMA Oki Setiana Dewi mulai dikenal setelah menjalankan lakon sebagai Anna Althafunnisa di Ketika Cinta Bertasbih (KCB), film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy. Sejak itu wajah perempuan yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Batam ini wara-wiri di layar televisi dengan berbagai aktivitas keartisannya. Continue reading “Oki Setiana Dewi: Menjajal Dunia Sastra”

Bahasa »