Di Batas Majas

Hasif Amini
majalah.tempointeraktif.com

Di sudut sebuah simpang tiga yang agak sepi pernah terpasang sebentang spanduk de-ngan kata-kata ini: “Bersama kita memupuk erat tali persaudaraan sebagai bangsa”. Sebuah niat mulia, tentu, di luar soal kelayuan ung-kapan dan kerancuan susun-annya. Saya pun langsung sepakat: pesan yang terkandung dalam seruan itu memang sangat penting-meski mafhum bahwa deretan kata-kata tersebut niscayalah sekadar versi cetak sebuah bualan tingkat tinggi. Continue reading “Di Batas Majas”

Skizofrenia, Kegilaan, dan Modernitas: Perihal Prosa Iwan Simatupang

Asarpin *

Novel pelacur mesti diuji keampuahannya
dari suatu keadaan tepi-tepi terakhir
tepi yang menari-nari di remang kejauhan
Tepi, daerah terakhir sebelum ketamatan
–IWAN SIMATUPANG

Seorang novelis terkemuka memutuskan untuk menarik diri dari situasi politik yang sedang riuh. Setiap saat ia merasa dipaksa oleh suatu tata pemerintahan di negerinya untuk patuh dan mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan. Continue reading “Skizofrenia, Kegilaan, dan Modernitas: Perihal Prosa Iwan Simatupang”

Multikulturalisme: Basquiat yang Mendobrak Warhol

Faisal Kamandobat *
Kompas, 20 Okt 2007

KITA buka perbincangan multikulturalisme dengan menyebut nama yang tak asing lagi: Jean Michel Basquiat. Mungkin tak ada yang menyangka dia akan menjadi legenda seni rupa. Basquiat lahir dari keluarga negro-Amerika yang berantakan dan tumbuh di lingkungan yang sama. Kasarnya, ia tak memenuhi syarat sukses menurut ukuran borjuis kulit putih: lahir dari keturunan baik-baik, menempuh pendidikan dengan nilai bagus, dan lulus dari universitas yang diperhitungkan. Continue reading “Multikulturalisme: Basquiat yang Mendobrak Warhol”

Toto Terbaring, Tetapi bukan Tidur, Sayang

Binhad Nurrohmat *
Pikiran Rakyat, 20 Okt 2007

SIANG itu telepon genggam saya menerima sebuah pesan pendek dari penyair Bandung, Ahda Imran, yang mengabarkan kematian penyair Toto Sudarto Bachtiar. Sekian menit kemudian telepon genggam saya beruntun menerima pesan pendek serupa dari penyair Cirebon, Ahmad Syubbanuddin Alwy dan dari penyair “hujan” Sapardi Djoko Damono. Diam-diam, saya merasakan ada suatu keanehan menjalari saya ketika menerima semua pesan pendek ini, Continue reading “Toto Terbaring, Tetapi bukan Tidur, Sayang”

Bahasa ยป