Pramoedya Suka Mancing dan Mengumpulkan Bungkus Rokok

Rosidi
http://m.suaramerdeka.com/

Soelistijono teman bermain Pramoedya Ananta Toer (Pram) waktu kecil mengisahkan sedikit tentang kehidupan pujangga yang menulis “Sang Pemula” itu, sehingga nama Tirto Adhi Soerjo, tokoh pers nasional asal Blora, dikenal masyarakat luas.

“Pram dulu senang memancing di Kali Lusi. Hobinya yang lain, dia suka mengumpulkan bungkus rokok. Mungkin itu digunakan untuk mencatat ide-ide tulisannya,” kenangnya, Minggu (19/12).

Menurut Sulis, Pram tergolong sangat dermawan. Contohnya kecilnya, kata Soelis, kalau memiliki makanan, ia akan berbagi kepada temannya. “Sejak kecil rasa kepedulian sosial Pram sangat tinggi,” tutur lelaki kelahiran Blora 12 Desember 1935 itu.

Demikian pula dalam hal kehidupan beragama. “Dia cukup religius dan taat menjalankan ibadah. Waktu kecil, Pram suka ke langgar (mushala-Red) di Jetis, tetapi sekarang sudah tidak ada langgar itu. Di langgar itu pula Pram belajar mengaji kepada Kiai Abdul Latif,” ujarnya.

Penuturan Sulis tersebut disampaikan di sela-sela tanggapannya terkait penilaian aset rumah peninggalan Pramoedya sebesar Rp 6 miliar. Seperti diberitakan sebelumnya, Soesilo Toer mencoba menghitung nilai aset rumah peninggalan orang tuanya sebesar Rp 6 miliar. Angka itu menurut Sulis terlalu kecil. “Rp 6 miliar itu terlalu murah. Tulisan-tulisan Pram itu sangat mahal,” tegasnya, Minggu (1/12).

Sementara itu, Eko Arifianto, salah satu penggiat kajian budaya di Blora mengemukakan, diakui atau tidak, rumah keluarga Pram adalah portal bagi akademisi, peneliti, agamawan, aktifis, filosof, hingga peziarah sejarah dari dalam dan luar negeri untuk mengetahui wajah bangsa secara utuh.

“Maka sudah semestinya jika pelestarian peninggalan bersejarah tersebut menjadi tanggung jawab semua orang yang mengaku sebagai anak bangsa, terlepas apapun ras, agama, dan latar belakangnya.”

19 Desember 2010