Puisi-Puisi Nadjib Kartapati Z

http://www.suarakarya-online.com/
KANGEN I

di dalam kelopak kembang randu tubuhku angslup dalam tubuhmu
napasku setubuhi darah dan darah ku senggamai hastari jingga
lepaskan gairah menahun yang mengendap
di sela sela kerisik rumpun bambu
seekor kupu kupu hinggap di sini:di pusat birahi
kepakkan sayapnya (lalu kangen pun tertebah sepuluh pisau) mesra!

Jakarta, 2009

KANGEN II

berjajar hari-hari panjang dan jauh kakiku
menari-nari hingga ujung paling rapuh
kuhirupi harum cintamu di kerontang pedestrian
zaman senyum yang kurindu tak tersua betapa kangenku!

Jakarta, 2010

KANGEN III

pertemuan dua rindu yang kau usung di tahun-tahun lalu
kini jadi ujung bayonet menikam dada
dan menyudet beku sepiku yang sendu
membumpat drainese biru cintaku adakah gelepar ini menyapamu?

Jakarta, 2010

AKU BERSERU

ada cinta teronggok bisu
di pojok beku memorimu
ia bernama kenangan
ada hasrat bertengger biru
di ujung deru anganmu
ia bernama harapan
ada sayat kepedihan
ketika kau berpaling
ke belakang ada ngilu kecemasan
ketika kau tatap jauh ke depan
izinkan aku berseru:
hela semuanya tancapkan
di episentrum kinimu

Jakarta, 2011

BIRAHI SENJA

awalnya kau tak terlalu yakin pada rayu
yang terucap kelu sekerat cinta mengajakmu kembara
kendarai khayal dan birahi senja tujuh
ciuman melabuh-labuh luruh ke dalam seribu lenguh
tubuhnya lapar akan tubuhmu tenggelam ludes dalam pelukmu
lalu ia berkata:sayangku, ini ungkapan cintaku
dan jangan kau sebut nafsu dan wadag lelakinya
kau asah jua hingga rebah ke dasar dukana
akhirnya kau tahu juga rayu dapat sewaktu-waktu terucap
untuk layla atau sri ayupersis saat kau kenang
cintanya di ranjang suami yang tak lagi berjiwa bara
yang kau simpan bernama rindu membakarmu
menjadi luka nanah
dan cinta hanyalah
kepingan duka terserak bagai koral di proyek tua

Jakarta, 2008