Pergulatan Sastra Pesantren; Sebuah Harapan

M. Arwan Hamidi *
ind.lakpesdam-ponorogo.org

Prof. Drewes, sarjana bahasa Jawa, Melayu dan Arab dari Leiden, dalam bukunya Javanese Poems Dealing wuth, or Atributed to the Stain of Bonang (1968), pernah mengkritik sangat tajam ahli antropologi dari Amerika, Clifrord Geertz mengenai pengamatannya tentang Islam di Jawa: “kalau kita membaca pengamatan Geertz mengenai Islam di Jawa, maka kita akan mendapat kesan seolah bangsa Jawa adalah bangsa yang buta huruf. Continue reading “Pergulatan Sastra Pesantren; Sebuah Harapan”

Fokus Hidup Budi Darma

Wita Lestari
Jurnal Nasional, 14 Aug 2011

Sastra adalah fokus hidup seorang Budi Darma. Dia menerima takdirnya sebagai sastrawan.
ANDA penikmat dan pencinta sastra tentunya tahu Budi Darma. Karya-karyanya punya ciri khas kuat, utamanya pada karakter-karakter tokoh cerita yang dihidupkannya. Olenka, Rafilus, Ny Talis, Orang-orang Bloomington adalah beberapa tokoh novelnya yang begitu mengesankan. Continue reading “Fokus Hidup Budi Darma”

Kisah Pilot Bejo

Budi Darma
Kompas, 02/11/2007

Barang siapa ingin menyaksikan pilot berwajah kocak, tengoklah Pilot Bejo. Kulitnya licin, wajahnya seperti terbuat dari karet, dan apakah dia sedang gemetar ketakutan, sedih, atau gembira, selalu memancarkan suasana sejuk. Karena itu, kendati dia suka menyendiri, dia sering dicari. Continue reading “Kisah Pilot Bejo”

Cultural Studies dan Tersingkirnya Estetika

Akhmad Sahal
Kompas, 02-06-2000

Dewasa ini, banyak orang mengkaji dan membaca sastra, tetapi sesungguhnya mereka mengabaikan sastra. Dalam mengkaji sastra, mereka tidak seperti kalangan kritikus yang melihat sastra sebagai medium kesenian yang bernilai pada dirinya sendiri. Karena di mata mereka, sastra hanyalah suatu teks budaya atau dokumen sosial yang mengandung – di baliknya atau di luarnya – praktek-praktek penandaan (signifying practices) yang selalu merupakan hubungan kekuasaan yang timpang. Dan, sastra dikaji dengan kepentingan menyingkap bekerjanya kontestasi kuasa dalam setiap praktek penandaan itu. Continue reading “Cultural Studies dan Tersingkirnya Estetika”

Bahasa »