Abdullah Tukay Sastrawan Besar Muslim Rusia

Syaripudin Zuhri *
http://www.kompasiana.com/virays

Tanggal 26 April 2011 adalah hari yang sangat bersejarah bagi orang-orang Tartar pada umumnya dan khususnya pada pada orang-orang Kazan, di Rusia, karena pada hari itu, lagi-lagi Rusia telah menampakan keterbukaannya pada yang namanya agama. Anda bisa bayangkan di negara eks komunis, hari Selasa kemarin telah diresmikan sebuah taman tempat didirikannya patung sasterawan Muslim Tartar, Gabdulle Tukayu (Orang Rusia susah menyebut hurup “H” maka hurup tersebut diganti “G”) atau Habdulle Tuqay atau Abdullah Tukay yang letaknya hanya besebrangan jalan dengan kantor tempat saya kerja di Moskow, yang pertama di Novokuznetskaya Ulitsa 12 , nah taman ini di Novokunetskaya 13-15, pola jalannya standar, sebelah kanan jalan untuk nomor genap, sebelah kiri untuk nomor ganjil atau sebaliknya, tergantung dari arah mana anda melihatnya.

Mulanya saya tak mengerti, ada apa rame-rame orang berkumpul di sekitar patung yang baru saja selesai didirikan, kurang lebih sebulanan prose pembuatan taman ini dilaksanakan, setiap hari bila pergi dan pulang kantor, saya melihat proses pembuatan tempat patung Abddulah Tukay, kalau menurut ejaan Indonesia atau Gabdulle Tukayu, menurut ejaan Rusia. Wah kita-kita, orang Indonesia, semakin senang aja, di kantor ada taman lagi, setelah Taman Adam dan Hawa taman, untuk duduk-duduk pada saat istirahat makan siang dan memang didasain di belakang patung Abdullah Tukay itu bentuk setengah lingkaran terbuat dari marmer coklat kemerahan, wah asyik kali!

Sejak sekitar jam 11.00 wm( 14.00 WIB) pihak panitia sudah sibuk membereskan segala sesuatunya untuk meresmikan pembukaan taman ini, karena letaknya berdekatan dengan tempat kerja, maka suara speaker itu terdengar sampai ke kantor, teman-temanpun bertanya-tanya ada apa? Tapi rupanya mereka tak tertarik, anggapannya “ah, biasa saja, hanya peresmian pembukaan patung saja!” Maka walaupun dekat dan dan suara latihan yang menyanyi dan membaca puisi terdengar, ya biasa saja. Nah kalau saya penasaran, ada apa sih? Naluri atau dorongan untuk menulis membuat saya harus ada di situ, saat itu juga!

Dan itu juga pertama kali dalam sejarah hidup saya melihat acara peresmian untuk membuka sebuah taman dan taman itu ada patung orang yang dihargai dan dihormati, padahal kalau dilihat segi usia, tokoh Abdullah Tukay ini relatif muda, hanya 27 tahun( 1886-1913), hampir sama usianya dengan Khairil Anwar, tokoh sastra Indonesia angkatan 45, sama-sama meninggal pada usia semuda itu.

Makanya patungnya juga patung anak muda, yang sedang gagah-gagahnya, ya patung anak muda setingkat Mahasiswa S2-S3! Anda bisa bayangkan, betapa terkenalnya tokoh ini di Tartar, bahkan saking popuplernya tokoh ini di Tartar, dianggap sebuah dosa kalau orang Tartar tak kenal Gabdulle Tukayu atau Abdullah Tukay! Saya juga semula tak mengenal siapa tokoh ini, karena saat proses pembuatannya, orang-orang tak boleh mendekatinya, kecuali pekerja dan saya baru bisa mengenal dan tahu nama ini, setelah peresmian dan saya ikut masuk ke dalam acara pada saat sudah penutupan, karena orang asing dan penjagaan ketat oleh polisi saat pembukaan, sampai-sampai-sampai mesin atau pintu detektor bompun di pasang disisi utara dan selatan atau pintu masuk”buatan” Ya karena setiap harinya di pintu yang dibuat khusus itu adalah trotoar untuk pejalan kaki.

Oya, pagi-pagi sekitar jam 09.00 wm ( 12.00 WIB) di jalan -jalan dekat kantor ada tanda-tanda dilarang parkir dengan tanda-randa bentuk kerucut atau kukusan terbalik berwarna merah putih setinggi setinggi setengah meteran yang disebar sepanjang kurang lebih 50 meteran, padahal setiap harinya tempat itu dijadikan arena parkir. Dan jam 11.00 wm saya melihat mobil-mobil yang “bandel” parkir langsung di derek! Wah ada apa ini? Saya semakin penasaran dan itu terjawab sudah, oh… ada acara toh!

Dan acaranya ternyat sore, setelah jam kantor selesai, sekitar jam 16 wm, wah kebetulan… ya sudah, saya hadir walau tak di undang! Ya hadir seperti orang-orang Rusia yang lain yang mau lihat, jadi yang tak dapat undangan ya berdirinya diseberang jalan, walau sebenarnya pembatas dengan acara tersebut adalah hanya pagar-pagar dari palang-palang besi yang dapat dibongkar pasang, ya seperti penghalang yang dibuat polisi ketika menghadapi para demontran!

Ada sesuatu yang membuat saya lebih tertarik pada acara tersebut, apa itu? Sang Iman Kharismatik, Imam besar atau Mufti Ravil Gaitnuddin yang berada di tengah-tengah acara! Oh… makin jelaslah, siapa tokoh besar yang dibuatkan patung itu! Ya anak muda, walau hanya hidupnya singkat telah menoreh sejarah sastera di Tartar dan kebesarannya disejajarkan dengan sasterawan Rusia, Alexander Puskin! Karya Abdullah Tukay memang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia, tak kurang dari 26 bahasa dunia, mungkin yang belum ke bahasa Indonesia, jadi mulai dari bahasa aslinya Tartar, Rusia, Turky, Inggris, Jepang, Cina, Finland dan sebagainya.

Lagi-lagi menunjukan, bukan panjang atau pendeknya umur, tapi apa yang telah kau perbuat untuk dunia ini setelah kau meninggal! Dalam usia semuda itu 12 ribu bait puisi telah ditorehkan Abdullah Tukay dan telah menjadi legenda sendiri untuk bangsa Tartar! Ya siapa yang tak kenal Abdullah Tukay di Tartar dianggap berdosa! Karena karya-karyanya mendekatkan manusia pada Tuhannya. Coba anda simak puisi berikut ini, karya besar Abdullah Tukay di tahun 1901.

God The Great

Oh worthy, oh precious, oh young child without sin!
HIS compassion is very deep, rely always on God!
Oh God! Show me in this world a bright path;
HE is merciful, has more compassion than your father or mother!
Your soul is still pure; no impure thought has entered it,
Your pure tongue has never used unfitting words.
Both your soul and your body are clean, all your body is clean!
You are the crumb of an angel; your face is pure white!
Pray, free of all ties kneel towards Kibla,
Know that from a pure soul there is a straight path to the Throne of God!
Oh worthy, oh precious, oh young child without sin!
HIS compassion is very deep, rely always on God!

Walau kalau dilhat sejarah hidupnya cukup memperihatikankan, sejak usia empat bulan setengah Abdullah Tukay sudah ditinggal yatim oleh Bapaknya dan ketika usia tiga tahun Abdullah Tukay ditinggal mati oleh ibunya, jadilah anak kecil masih usia Balita sudah menjadi yatim piatu dan kemudian dia dibesarkan oleh bibi dan pamannya. Kemudian dia sekolah di madrasah yang modern di jamannya. Dia belajar Al Qur.an, hadist, fikih, sejarah, matematika, geografi dan sebagainya. Pada pelajaran sastera dia berkenalan dengan sasterawan Otoman,Turky, yang kemudian sangat mempengaruhi hidupnya. Bakat besarnya dibidang sastera dikagumi orang, dia bekerja dari mulai menulis sampai editor di berbagai jurnal pada saat itu.

Abdullah Tukay sangat mencintai orang lain dan dia suka pada pembangunan karakter bangsa, walaupun di jaman itu hidup susah, tapi semangatnya untuk berbuat sesuatu kepada dunia begitu besar. Dia juga mencintai kota Kazan, kota yang diidamkan sejak dia kecil dan di kota ini dia juga meninggal dan kebetulan bulan kelahiran dan bulan kematinnya sama di bulan April, nah peresmian patungnya dilakukan tepat pada hari kelahirannya 26 April, 125 tahun lalu! (26 April 1886- 26 April 2011).

Oya setelah sambutan dari berbagai tokoh masyarakat Tartar dan sambutan dari Mufti Rusia, Imam Ravil Gaitnuddin, pembcaan puisi dan tarian-tarian Islami, maka patung yang ditutup kain biru laut di buka, koor pemuda-pemudi Tartar menghantarkan dibukanya patung tersebut untuk umum dan bertaburlah bunga-bunga disekitar patung tersebut dari bawah sampai ke atas, begitulah cara Rusia menghormati pahlawannya. Bukan patungnya, tapi karya besar orang yang dibuatkan patung tersebut. Suatu pengalaman pertama buat saya melihat acara seperti ini.

Dalam usianya yang amat singkat, hanya 27 tahun, Abdullah Tukay telah menoreh sejarah pada dunia, kini patungnya bisa saya lihat setiap hari, saat pergi atau pulang kantor! Selamat jalan Abdullah… selamat sukses buatmu, kau telah berbuat untuk dunia dan bangsamu, bangsa Tartar menghargaimu sedemikian besarnya dan sekarang patungmu telah dibuat untuk menghormatimu di lingkungan masyarakat Tartar di Moskow! Hanya seratus meter dari patungmu ada Masjid bangsamu, masjid Tartar yang dikenal dengan masjid Histori. Bahagialah kau di alam baqa sana, semoga kau dilapangkan didalam kubur, diampuni segala dosamu dan diterima segala amal baikmu. Pada usia yang relatif muda kau telah menorehkan karyamu buat dunia umumnya dan khususnya bangsa Tartar di Rusia. Bunga-bunga disekitar patungmu telah menjadi saksi betapa cintanya mereka padamu.

_______________27 April 2011
*) Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :” Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan?”
Dijumput dari: http://sosok.kompasiana.com/2011/04/27/abdullah-tukay-sastrawan-besar-muslim-rusia/