Judul Buku : Menggugat Modernitas Muhammadiyah
Penulis : A. Syafii Maarif, dkk.
Penerbit : Best Media Utama, Jakarta
Cetakan : I, Juni 2010
Harga : Rp 32, 000/-
Tebal : 270 halaman
Peresensi : Ahmad Fatoni * Continue reading “Menyoal Modernitas Muhammadiyah”
Gugatan untuk MASTERA 2006 dan Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau 2000 II*
Yang meloloskan pengertian “Kun Fayakun” dirombak ke dalam bahasa Indonesia membentuk makna; “Jadi, lantas jadilah!” dan “Jadi maka jadilah!”
Nurel Javissyarqi
“A masterpiece always moves, by definition, in the manner of a ghost” (Jaques Derrida, Spectres of Marx).
Lumayan lama tak melanjutkan tulisan, terhitung setengah bulan lebih. Kini menginjak angka 17 nomor saya sukai, bilangannya sama bertanggal kemerdekaan Republik Indonesia tujuh belas, (Agustus 1945). Continue reading “Gugatan untuk MASTERA 2006 dan Anugerah Sastra Dewan Kesenian Riau 2000 II*”
Tuan Guru dan Degradasi Peran Sastra
Judul Buku : Tuan Guru
Penulis : Salman Faris
Penyunting : Suhaimi Syamsuri & Indra J Usman
Penerbit : GENTA Press
Cetakan : Pertama, 2007
Tebal : 641 halaman
Peresensi : Agus Wibowo *)
http://www.jurnalnet.com/ Continue reading “Tuan Guru dan Degradasi Peran Sastra”
Nalar Indra dan Nalar Dunia: Krisis Penciptaan Sastra
Nirwan Ahmad Arsuka *
__Kompas Cyber Media
SETENGAH abad yang silam Soedjatmoko, cendekiawan yang pernah disebut sebagai Dekan Intelektual Bebas Indonesia, mengumumkan adanya “suatu krisis dalam kesusastraan kita”. Di dalam tulisan yang merupakan “Pengantar” untuk edisi perdana majalah Konfrontasi, Juli-Agustus 1954, Soedjatmoko mengakui bahwa “banyak ciptaan yang memang berjasa serta adanya kelancaran dalam bahasa yang dipakai. Akan tetapi, ciptaan-ciptaan kesusastraan yang lebih besar masih saja ditunggu kehadirannya.” Continue reading “Nalar Indra dan Nalar Dunia: Krisis Penciptaan Sastra”
Ketika Mitos Memiliki Nalarnya Sendiri
Mukalam *
Kompas, 17 Jan 2009.
Mitos merupakan semesta pengetahuan manusia tradisional dalam memaknai eksistensi diri, asal-usul alam semesta, dan berbagai peristiwa dramatis dalam kehidupan. Ribuan tahun mitos menjadi rumah pengetahuan bersama bagi manusia tradisional. Kini rumah itu hampir roboh, bahkan lenyap dari peradaban. Continue reading “Ketika Mitos Memiliki Nalarnya Sendiri”
