Pohon Hayat

Mashdar Zainal
cerpenkompas.wordpress.com

Sebelum daun milik nenek gugur, nenek pernah bercerita perihal sebuah pohon yang tumbuh di tengah alun-alun kota. Kata nenek, pohon itu telah ada sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun lalu.

Tak ada yang tahu persis, kapan dan bagaimana pohon itu tumbuh. Sewaktu nenek kecil, pohon itu sudah menjulang meneduhi alun-alun kota, serupa payung raksasa. Menilik kokohnya, tampaknya akarnya telah menancap jauh ke kedalaman bumi. Batangnya pun tampak seperti lengan lelaki yang kuat dan penuh urat. Dahan dan ranting berjabar serupa jari-jemari yang lentik. Dedaunnya lebar serupa wajah-wajah yang tengah tersenyum dalam keabadian. Continue reading “Pohon Hayat”

Gadis Tegar Itupun Menangis

Sr. Sebastiana. CIJ
Pos Kupang, 27 Sep 2009

KAMPUS itu lengang dan sunyi, yang tertinggal hanya bebarapa satpam penjaga kampus. Langkah kakinya lambat seakan sarat beban yang harus dipikulnya. Tapi pandanganku tertuju pada wajahnya yang ayu nan cantik meski ia tak tahu aku sedang memperhatikannya. Dalam hatiku aku bergumam, “Ah, gadis cantik yang malang, betapa tragisnya hidupmu.” Continue reading “Gadis Tegar Itupun Menangis”

Wadah Sastra Kreatif untuk Para Pemula

Amanche Franck Oe Ninu, Mario F. Lawi
Pos Kupang, 21 Maret 2011

DUSUN itu bernama FLOBAMORA. Dusun itu dunia sunyi. FLOBAMORA namanya, karena ada Flores, Sumba, Timor, Alor, bahkan Solor, Adonara, Rote, Sabu, dan Semau.

Tak ada yang terlalu fantastis, apalagi bombastis. Hanya ada keanekaragaman yang menjadi satu. Hanya ada beberapa gagasan yang mau jadi sepaham dan searah. Hanya ada banyak hati yang ingin mencinta. Dan hanya ada beberapa anak muda dari berbagai pulau, latar belakang pendidikan, bahkan suku dan agama yang ingin bersatu di dusun kami FLOBAMORA. Continue reading “Wadah Sastra Kreatif untuk Para Pemula”

Bahasa ยป