Kekonvensionalan Membaca Puisi Pada Pelajar; Sebuah Kondisi yang Mewaris

Rahmat Sularso Nh*
Radar Mojokerto, 12 Feb 2012

Pembelajaran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah khususnya pada jenjang pendidikan menengah atas sudah lebih menyentuh kepada kekontekstualan perkembangan Pendidikan Bahasa dan Sastra itu sendiri. Artinya materi-materi ajar yang di suguhkan sudah tidak lagi terbatasi oleh referensi atau kumpulan data milik guru secara pribadi. Continue reading “Kekonvensionalan Membaca Puisi Pada Pelajar; Sebuah Kondisi yang Mewaris”

AKU INGIN TIDUR NYENYAK DI KOTAKU

Muhammad Mak Al Fine*
Radar Mojokerto, 12 Feb 2012

Air berguguran dari celah langit, gelap mencekam segenap hati dan jiwa. Bintang tak berani mengintip apalagi penerang malam, enggan membelah kain hitam yang menyelimuti bumi. Suara gemericik terus menuntun kerinduan alam. Kilat melukis langit, guntur membisu kejauhan sana. Percikan-percikan air berterbangan, bercinta dengan angin yang menelusup kamarku. Suara-suara malam membisu diamuk tetesan air hujan. Continue reading “AKU INGIN TIDUR NYENYAK DI KOTAKU”

Buku Sastra dari Sastrawan Sumut, kepada Hidayat Banjar

Budi P Hatees
http://www.analisadaily.com/

Banyak tradisi membuat manusia bersemangat membangun kebudayaannya. Menulis merupakan salah satu tradisi itu. Tentu, menulis di sini berarti kerja keras untuk membangun sebuah teks atau berwacana (discourse).

Soal wacana ini, lebih baik menikmati kajian-kajian Paul Ricoeur, lalu kaitkan dengan teori tentang bahasa. Misalnya, pakai teori yang diperkenalkan Alessandro Duranti, yang mengaitkan kemampuan berbahasa (berwacana) dengan kekuasaan. Continue reading “Buku Sastra dari Sastrawan Sumut, kepada Hidayat Banjar”

Bahasa ยป