Tiga Penyair (Tua) Menguak TIM

Arif Zulkifli
http://majalah.tempointeraktif.com/

Penyair “mabuk” itu datang lagi. Masih dengan misai yang terjulur dan rambut yang tak disisir. Ketika layar diangkat, ia bergelayutan dari langit-langit. Panggung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), yang luas, malam itu tak mampu menampung aksinya. Ia berguling, meraung, dan berdendang sambil sesekali menenggak air jahe. Tidak ada upacara minum bir. Continue reading “Tiga Penyair (Tua) Menguak TIM”

Komentator Senja

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Di saat kakek pensiun, aku beruntung sudah diterima menjadi mahasiswa tanpa ujian masuk. Aku langsung diterima karena nilai ujian akhir SMA-ku bagus. Semuanya sembllan, kecual i matematik yang berhenti pada angka delapan. Kakek memberiku hadiah sebuah laptop yang setiap hari aku bawa ke kampus. Continue reading “Komentator Senja”

Penyair pun Berpesta

Adhitia Armitrianto
http://www.suaramerdeka.com/

DOROTHEA Rosa Herliany (Magelang), Sosiawan Leak (Solo), dan Martin Jankowski (Berlin, Jerman), Jumat (21/7) malam, telah menghibur ratusan penonton di auditorium Univesitas Muria Kudus (UMK).

Namun duet Leak dan Martin saat membacakan puisi “Vorortzug Jakarta-Bogor (Kereta Api Jakarta-Bogor)” agak terganggu. Sebab, Leak mendapati halaman kosong dalam buku yang dibacanya. Continue reading “Penyair pun Berpesta”

Siapa Melarang Sastrawan “Berkelamin” Ganda?

YS Rat
http://www.analisadaily.com/

DUA tulisan, Bila Sastrawan Pemula Menentukan Kelamin? oleh Hasan Al Banna dan Sastrawan tak Ditentukan Usia oleh Budi P Hatees, dimuat bersamaan di Rubrik Rebana (Analisa, Minggu, 26 Februari 2012). Sebagai pemicu jelas, tulisan saya berjudul, Menjadikan Jelas “Kelamin” Sastrawan Pemula di rubrik dan surat kabar sama (Minggu, 12 Februari 2012). Continue reading “Siapa Melarang Sastrawan “Berkelamin” Ganda?”

Penyair Magelang Baca Puisi di Jerman

M Hari Atmoko
antarajateng.com

Penyair Magelang, Jawa Tengah, Dorothea Rosa Herliany, akan membacakan beberapa puisi karyanya di tiga kota di Jerman yakni Bremen, Berlin, dan Koln, untuk mengenalkan kepada publik negeri itu tentang perkembangan sastra modern Indonesia.

“Puisi-puisi karya 1990 hingga 2009 akan kami bacakan pada kegiatan di tiga kota itu,” kata Rosa di Magelang, Jumat. Continue reading “Penyair Magelang Baca Puisi di Jerman”

Bahasa ยป