Indonesia: dari Paha Hingga Agama

Judul: Puisi dan Bulu Kuduk (perihal sastra dan budaya)
Penulis: Acep Zamzam Noor
Editor/Penyunting: Mathori A Elwa/Faiz Manshur
Pengantar: Jakob Sumardjo
Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung, Juli 2011 Harga: Rp 48.000
Peresensi: Arifin Hakim
http://oase.kompas.com/

Buku ini merupakan kumpulan esai-esai sastra, bahasa dan budaya yang ditulis oleh seorang penyair kenamaan dari Tasikmalaya, Acep Zamzam Noor. Continue reading “Indonesia: dari Paha Hingga Agama”

Tentang Seniman Miskin

Mathori A Elwa
teraspolitik.com

Menjadi seniman itu miskin? Benar bahwa miskin atau kaya itu relatif. Tetapi tak usah dipungkiri karena sebenarnya klaim miskin tersebut merujuk pada kenyataan fenomenal yang general dan kemudian membentuk citra terhadap profesi seniman. Karena sudah terlanjur menjadi citra yang menahun bahkan turun-temurun, maka citra tersebut menjadi realitas; dan itu tak perlu dirisaukan. Continue reading “Tentang Seniman Miskin”

Manusia dan Dunia

Asarpin *

Kita adalah manusia-manusia yang belum selesai.
–Carlos Fuentes.

Secarik kalimat Carlos Fuentes itu menyempil dalam esainya yang telah diterjemahkan dengan sangat bagus oleh Rizadini dan diterbitkan jurnal Prosa No. 2/2002, dalam sutu paragrap yang menyinggung Octavio Paz….”Kepiatuan masa hidup kita dilihat dalam puisi dan pemikiran Paz sebagai suatu tantangan yang mesti diatasi lewat perubahan terus-menerus dalam pengetahuan manusia, dari semua pengetahuan manusia. Continue reading “Manusia dan Dunia”

Parodi: Rekreasi dan Kreasi Puisi

Ribut Wijoto

Parodi di dalam masyarakat dipahami sebagai lelucon. Kesalahan-kesalahan tersengaja yang dimaksudkan agar orang lain tertawa. Misalnya dalam “Ketoprak Humor” Srimulat yang disiarkan stasiun televisi RCTI, tokoh Timbul mengartikan “rumah sakit” sebagai “rumah yang sakit”, padahal arti sebenarnya adalah “rumah tempat menyembuhkan orang sakit”. Atau “orang warung” diartikan sebagai “orang ber-wajah murung”. Maka penonton pun tertawa riuh, terbahak-bahak. Continue reading “Parodi: Rekreasi dan Kreasi Puisi”

Kang Maksum

A. Mustofa Bisri
Jawa Pos, 15 Jan 2012

Masya Allah! Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun!

Tidak mungkin, tidak mungkin! Kang Maksum? Ah….

BERITA itu cepat beredar. Berita yang benar-benar mengguncang kotaku. Di mana-mana—di pasar, di warung-warung, di perkantoran, di sekolah-sekolah—berita itu mendominasi pembicaraan. Seperti biasa, orang-orang pun asyik menduga-duga dan menganalisis. Continue reading “Kang Maksum”

Bahasa »