Tantangan Pesantren di Era Multikulturalisme

Khamami Zada
http://khamamizada.multiply.com/

Abdurrahman Wahid pernah meyebut pesantren sebagai subkultur. Sebagaimana terdapat dalam sosiologi, sebuah subkultur minimal harus memiliki keunikannya tersendiri dalam aspek-aspek berikut: cara hidup yang dianut, pandangan hidup dan tata nilai yang diikuti, serta hirarki kekuasaan intern tersendiri yang ditatati sepenuhnya.[1] Continue reading “Tantangan Pesantren di Era Multikulturalisme”

Imlek untuk Harmoni Indonesia

Munawir Aziz *
solopos.com

Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi awal bagi momentum harapan. Tahun Baru Imlek 2563 pada 23 Januari 2012 merupakan momentum kasih sayang dan pengharapan, tak hanya bagi warga Tionghoa namun juga masyarakat Indonesia lintas etnis. Tahun Baru Imlek kali ini memiliki arti strategis karena merupakan momentum untuk menyegarkan kembali kasih sayang dan persaudaraan di tengah kisruh politik serta tragedi hukum. Continue reading “Imlek untuk Harmoni Indonesia”

Bunga Tulip

Yusri Fajar

Bunga tulip basah tergeletak di depan pintu apartemenku di jalan Smaragdlaan 98 Leiden. Bunga tulip merah muda itu basah berlumur air mata. Tak ada pesan juga tulisan. Aku mengambilnya, melihat butiran-butiran air mata masih menempel. Siapakah yang mengirim bunga tulip basah airmata ini? Tulip adalah lambang keindahan yang memesona banyak orang. Seharusnya tulip tak tercemari kesedihan. Continue reading “Bunga Tulip”

KONSEP RUMAH DUNIA: POTONG GENERASI!

Firman Venayaksa *

Kehadiran perpustakaan sebagai tempat untuk mencari ilmu dan menggali informasi tentang pelbagai hal nampaknya memang tidak bisa disingkirkan dalam peradaban kehidupan manusia yang semakin pesat berkembang. Namun perpustakaan yang selama ini hadir ternyata hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita. Tidak menjadi barang skunder apalagi primer. Continue reading “KONSEP RUMAH DUNIA: POTONG GENERASI!”

Bahasa ยป