Irzen Hawer, Padangpanjang, dan Gerakan Menulis Sastra

Muhammad Subhan *)
http://www.kompasiana.com/muhammadsubhan

Kalaulah ada guru yang suka menebarkan “virus menulis” maka dialah Irzen Hawer namanya, guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Negeri 1 Batipuh, Tanahdatar, Sumatera Barat. Cobalah bayangkan, dalam waktu dua tahun (2009-2010) beliau telah merampungkan empat buah novel dengan ketebalan antara 250-300an halaman. Berarti dalam setahun dua novel ditulisnya. Ini luar biasa! Continue reading “Irzen Hawer, Padangpanjang, dan Gerakan Menulis Sastra”

DILEMA TOKOH DAMAR WULAN DALAM SANDHYAKALA NING MAJAPAHIT

Zuriati
http://zuriati.wordpress.com/

Sandhyakala ning Majapahit (selanjutnya disebut SNM) merupakan sebuah drama yang ditulis berdasarkan cerita karya sejarah (tentang Kerajaan Majapahit) oleh Sanoesi Pane. Hal itu diungkapkan dengan jelas pada bagian awal, yaitu bagian ‘Kata Bermula’ dalam naskah tersebut. Di situ diungkapkan bahwa cerita tersebut ditulis berdasarkan berita dalam Serat Kanda, Damar Wulan, Pararaton, dan Nagarakrtagama. Naskah ini pertama kali dimuat dalam majalah Timboel tahun VII, nomor 1/4, 3/4 dan 5/6, tahun 1932. Continue reading “DILEMA TOKOH DAMAR WULAN DALAM SANDHYAKALA NING MAJAPAHIT”

MEMBACA ULANG A.A. NAVIS

B. Fariz J. M. Misbah, M.Pd.
http://fariz-misbah.blogspot.com/

Siapa yang tidak kenal Sang ”pencemooh” A.A. Navis? Siapa yang tidak tahu cerita pendek (cerpen) fenomenalnya yang berjudul ”Robohnya Surau Kami”?

Dalam pelajaran bahasa Indonesia di SMP dan SMA, khususnya dalam materi sastra, apabila diteliti, hampir semua penulis buku paket mencantumkan saduran cerpen Robohnya Surau Kami dalam bukunya. Continue reading “MEMBACA ULANG A.A. NAVIS”

Ali Akbar Navis, Sang Pencemooh yang Dicintai (17 Nov 1924 – 22 Maret 1993)

M. Rifan Fajrin
_Majalah Lingkar FLP Semarang – dari berbagai sumber

Dia adalah salah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia. Haji Ali Akbar Navis, atau yang lebih dikenal dengan nama A.A Navis, di kalangan sastrawan dia digelari sebagai kepala pencemooh. Gelar yang lebih menggambarkan kekuatan satiris tidak mau dikalahkan sistem dari luar dirinya. Continue reading “Ali Akbar Navis, Sang Pencemooh yang Dicintai (17 Nov 1924 – 22 Maret 1993)”

Bahasa »