Mencangkok Kecerdasan Gus Dur

Ilung S. Enha

Homepage

ADA satu hal yang belum sanggup kita urai tentang Gus Dur; dari manakah kecerdasan Gus Dur berasal? Teori genetika, tentulah bukan jawaban yang melegakan – bila itu kita berikan sebagai jawaban. Sebab model kecerdasan Gus Dur, kayaknya tak dimiliki oleh saudaranya yang lain. Bahkan tak sedikit orang tua jenius, justru memiliki anak-anak idiot atau setidaknya bodoh dan bebal. Continue reading “Mencangkok Kecerdasan Gus Dur”

Hari Buruk bagi Puisi

Riadi Ngasiran
nu.or.id

Aku tidak bisa menulis puisi lagi, kata Subagio Sastrowardoyo. Dalam puisi yang termuat kumpulan puisi penuh pesona, Simphoni, penyair terusik hatinya ketika menyaksikan fakta “sejak di Nazi Jerman berjuta Yahudi dilempar ke kamar-kamar gas sehingga lemas mati”. Empati penyair hadir dalam sederet fakta historis lainnya: apartheid di Afrika Selatan, perdamaian yang tak kunjung datang di jalur Gaza, sejak serdadu-serdadu Israel mematahkan lengan anak-anak Palestina. Continue reading “Hari Buruk bagi Puisi”

Kehidupan Jalanan Pekerja Seni

Vini Mariyane Rosya
mediaindonesia.com

SEDERET karikatur orang terkenal, mulai proklamator Ir Soekarno hingga mantan Presiden Abdurrahman Wahid, ada di sana. Lukisan para tokoh pembuat sejarah itu dipajang rapi di depan taman Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Karikatur berisi kritik sosial dengan tulisan-tulisan indah yang merangkum gairah para seniman Pasar Baru dalam berekpresi juga terpampang. Para pengunjung dari lokal maupun mancanegara menikmati buah-buah karya seniman Pasar Baru. Continue reading “Kehidupan Jalanan Pekerja Seni”

Film sebagai Pencerah Bangsa

Yusri Fajar *
__Harian Surya, 24 Des 2010

Festival film Indonesia 2010 usai digelar. Film karya sutradara Hanung Bramantyo Sang Pencerah yang awalnya terlempar dari nominasi, setelah terjadi pergantian dewan juri, film tentang perjuangan pendiri Muhammadiyah ini akhirnya meraih sejumlah penghargaan. Mutu memang harus menjadi pertimbangan utama dalam festival, meskipun keputusan juri tak selalu bisa memuaskan. Continue reading “Film sebagai Pencerah Bangsa”

REPRESENTASI IDEOLOGI FEMINISME DALAM MASYARAKAT SENTANI

(Kritik Sastra Feminis terhadap Cerita Rakyat Asal Usul Marga Ongge)
Siswanto

Abstrak
Perempuan Sentani memiliki peran yang sangat kompleks dalam hidup ini. Oleh karena itu ia dijuluki sebagai bumi (kani). Peran tersebut antara lain peran domestik yang berupa peran reproduksi dan produksi sedangkan peran publik berupa peran adat. Continue reading “REPRESENTASI IDEOLOGI FEMINISME DALAM MASYARAKAT SENTANI”

Bahasa »