Sajak-Sajak Wing Kardjo

PERUT

Hari melonjak
dalam perut sajak.
Sepi tak beranjak.

BAYANG

Di kelab malam
lampu dan bayang-bayang
Tak pernah tentram

RUMAH

Berumah tanah.
beratap langit, dua-
duanya pahit?

WAKTU

1.
Aku makan
waktu. Aku
makan mimpi, aku
makan nasi lauk-pauk basi.

Minum racun
buah-buahan busuk
yang disisihkan Adam
dan Hawa di sisi senja,

Kala Tuhan
menenggelamkan
matahari dalam kelam

dan dosa
mengusir mereka
dari Sorga

2.
Andai mesti
suci mengapa manusia
tergoda, andai penuh cinta
mengapa mesti sepi dan sia-sia

Andai jasad fana
mengapa jiwa mesti
baka, andai hidup maya
mengapa mesti cari selamat.

Aku
hanya bisa
mencatat detik-

detik melompat
memohon
tobat

______________
WING KARDJO lahir Garut 23 April 1937, dan meninggal dunia di Jepang pada 19 Maret 2002. Kumpulan puisinya yang sudah terbit Selembar Daun (Pustaka Jaya, 1974), Perumahan (Budaya Jaya, 1975), Fragmen Malam (Pustaka Jaya, 1975) dan Pohon Hayat: Sejemput Haiku (Forum Sastra Bandung, Mei 2002. Selain itu menulis pula sejumlah esai, dan novel pendek, semi biografi, terbit dengan judul Topeng. http://www.pikiran-rakyat.com/seni-budaya/2011/06/10/148133/mengenang-wing-kardjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *