Sajak-Sajak Rakai Lukman

PENCULIK SUARA

pada sulur fajar menjalar
operasi gelap penculik suara
kokok ayam tak bersahutan
embun-embun mengering
burung-burung menggigil cemas

beras sekilo disumpal di mulut
minyak goreng disebar di jalanan
suara-suara mendenging lewat toa
sound system, kacau dan gaduh
di bilik menerkam suara sendiri

sel darah melemah
gelap mata, tiga menit menikam
lima tahun gentayangan

pemeras suara hanya pion
dadu-dadu nasib dilempar
bandar-bandar duduk manis
dalam kasino demokrasi
menang kalah tetaplah untung

perjudian bangsa, pertukaran bisu
ritus berkali, tanpa nyali
lepas kendali
melupa jernih sungai
dilahap busa dan lumpur

penculik suara
adalah pemeras
yang sirna di balik kabut
di rimbun kentut
dan berpesta
arak darah
kopi nanah

Februari 2019

TEPIAN KOTA

Menepi di kota
Kumandang tahlil dan deru mesin
Pemacu jantung
Mendera
Deru
Malam
Nasi dalam wajan
memutar jarum jam
Senandung iklan televisi
Mengiring anak yang tunduk
Jelajah mainan mayapada
Runduk
Melupa pelajaran
Nasib

Di tepian kota
Sunyi letih dilumat api
Penggorengan cemas
Bendera terbakar lamun
Kota yang tambun
Kelak meledak tubuh
Mengubur desa
Pemamah tanah
Membangun istana
Sampah
Gunungan limbah

Surabaya, 2019

TUJUH BUKIT
: De Jazulie

bukit-bukit menubuh
menampar keluh
melipat keringat cuaca
dzikir merapat dalam angan
pikir melompat dalam ayunan
cangkir kopi dan tapak kaki
mengali langkah
dua hasta, tiga hasta
kedalaman tak berhingga

tujuh bukit tujuh tanda
meramu tetembang
kematian adalah kelahiran
anak cucu tak terjangkit dendam
anak merangkul sepi
cucu diruwat sunyi

tujuh bukit tujuh air mata
mata air tandon hayat
sendang, pancuran keramat
para danyang dilumat-lumat
sisa misteri tanpa salam
tanpa penghormatan

tujuh bukit digempur, bumi-ratakan
tak sisa keluhuran moyang
tak bekas kebajikan rimba raya
tubuh gemerincing
simponi jiwa
bias melodi
bias denyut lembah
padamu, semua gaduh

April 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *