Lima Puisi Karya Nezar Patria


[Photo: “The Fall of Icarus” by Marc Chagall, Belarus]
MENDENGAR WONDERWALL, 1

Yang kita kenang tentang jalan
adalah bentangan angin
Tempat mimpi menjadi dingin
dan lagu-lagu tersimpan

Sebuah kebangkitan?

Suara kelebat bendera-bendera
Lidah api di gelas martini
Molotov yang bahagia
Melalap doa dan liturgi

Di dinding bui
Tak ada yang dapat kau daras
Tentang seribu gelombang sunyi
Berdiam di 109 Mhz

Di Wonderwall
Ada sebuah pintu
Dengan sebuah ketukan awal
Merayap dari masa lalu

MENDENGAR WONDERWALL, 2

Seekor kucing mendengkur
Tubuhnya melengkung mengukur petang
Di kaki sang tuan

Dua puluh dua tahun lalu
Bergerak para serdadu
Sangkur bergemeretak
Debu di jalan mengombak

Seekor kucing gontai kurus
Menyelinap di sepatu lars
Berderap wajah-wajah rata
Dingin seperti runcing senjata

Dan ada sebuah tembakan
Kucing itu melayang
Seperti gumpalan kapas usang

Lama aku mengenang
Ia sebagai kucing terbang

MENDENGAR WONDERWALL, 3

Dan perempuan itu orang suci
Seperti cintaku padanya
Di kakinya ada surga

Orang-orang membungkuk
Berebut mencium jejak
Ia mungkin berkah dewi

Kecuali di sudut taman ini
Di antara melati dan mawar
Ia bermata nanar

Di tanah yang menjadi merah
Seekor kucing putih
Dipukulnya mati tadi pagi

MENDENGAR WONDERWALL, 4

Atas nama daftar hitam
Dinding ini pernah bergumam
Dalam testimoni rahasia

Kematian pertama?
Mereka memang tulus pergi
Orang-orang mengiranya mati

Di dinding ini. Ada bisikan,
Semacam caci maki bangkit
Dalam ambisi yang buncit

Orang-orang berdusta
Dan derap kaki para jelata
Semakin memacak jarak

Dalam sunyi dan bunyi
Ada repetisi sajak
Tentang bunga dan tembok

Lalu terdengar lagu revolusi
Seperti sebuah koor
Dengan nada tak terukur

Atas nama daftar hitam
Dinding ini pernah bicara
Dalam huruf tak terbaca

MENDENGAR WONDERWALL, 5

Di dinding ini, katamu
Ada cerita tentang kolam
Airnya jernih dan bening
Berbayang patahan ranting

Di kolam itu, katamu
Kita bisa bercermin
Di tengah hutan randu
Tempat kijang bermain

Di balik pepohonan itu, katamu
Ada sebuah telaga
Tempat membunuh dahaga
Dan burung-burung pun mandi di sana

Airnya dingin berkilau, katamu
Seperti danau di Antartika
Tempat pesta para dewa
Yang tak pernah berkaca

Tentang orang-orang hilang itu, katamu
Mereka mungkin ada di sini
Berdiam di dasar telaga
Dan menjadi arca

_______________________________

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *