Corona

Ahmad Farid Yahya *
Radar Bojonegoro, 8 Mar 2020

Dari depan pintu gerbang Petrokimia yang sering disebut “Petro” oleh muda-mudi kota Babat. Di sebuah warung kopi sederhana yang sudah tak seramai dulu ketika baru buka. Seorang lelaki paruh baya duduk menyesap kopi pahit sambil termangu membaca berita yang muncul di panel notifikasi ponsel pintarnya yang sudah retak layarnya, karena terlalu sering jatuh. Continue reading “Corona”

MENAMPAR BULE

Ahmad Yulden Erwin *

Dulu saya pernah benar-benar ingin melihat serpih-serpih salju di D.C., tapi begini jelas satu keinginan naif pas awal musim semi. Mungkin butir-butir salju yang mungil dingin begitu sesekali memang perlu dirasakan juga, amat tepat muncul pada satu momen kemarahan pas kita merasa begitu diremehkan di negeri asing, tetapi tidak untuk sepotong ingatan kecil dari satu perjalanan, begini: Continue reading “MENAMPAR BULE”

Ulasan Malam Sekopi Sunyi; Kopi dan Puisi

Arif Saifudin Yudistira *

Kopi membuat matamu menyala, susu membuat matamu manja— Jokpin dalam Haduh, Aku di Follow (2013). Ekohm sepertinya memgamini sajak pendek dari Jokpin itu. Kopi adalah kosmologi untuk mendefinisikan malam, mendefinisikan kesunyian dan kesepian. Ratapan kebahagiaan, kerinduan, cinta, ataupun kegelisahan ada dalam kopi, dan malam hari. Continue reading “Ulasan Malam Sekopi Sunyi; Kopi dan Puisi”

Bahasa »