KAKI YANG BERBULU

Iva Titin Shovia *

Sepasang kembar lanang
Panji Laras dan Panji Liris
pecahan jiwa penguasa Raden Panji Puspokusumo
keturunan ke 14 dari Hayam Wuruk
dialah Bupati Lamongan yang ketiga

Wajah tampan, para gadis jatuh tertawan
namun kedua pangeran enggan berduaan
lebih senang menyabung ayam

Sepasang kembar wadon, Andanwangi dan Andansari
penasaran pada sepasang kembar lanang
tiap pagi menang pertarungan
kiranya sepasang putri bupati Wirosobo kedanan
seperti ayam digadang-gadang
jatuh cintalah pada empunya dalam sekali pandang

Kabarnya, para penyabung ayam putra bupati
maulah sepasang putri dijadikan bini
jatuh cinta membuat sakit hati
seperti berdagang sedang pailit
manis terasa pahit
bertemu pujaan, aduhai legit!

Sebuah surat melayang
permohonan Wirosobo demi cinta sepasang putri
mengalah melamar jika diijinkan
biar putri sepasang tak bersambat hati

Sepasang kembar lanang mencari siasat
sesungguhnya enggan dipinang rekat
biarpun Andanwangi dan Andansari berserah diri
Panji Laras dan Panji Liris memilih ayam bertaji

Putri sepasang bersyarat
genuk dan kipas batu sebagai pikat
nanti kan dijemput sepasang pangeran
di tepian Kali Lamongan

Riang-riang sepasang putri
melayang pandang ke seberang kali
berdiam diri para pangeran di atas kuda,
tak peka dinanti putri jelita
terlanjur tergila-gila
Andansari dan Andanwangi rela menyingkap busana
menyeberang Kali Lamong tanpa ragu
terlihatlah sepasang kakinya berbulu

Aih! tidak! Perempuan berbulu pada kaki
Tak mau! Tak mau! Sepasang lanang memaki
sepasang kembar lanang, mengecewakan
sepasang kembar wadon, mengadu dikecewakan
perang pecah karena cinta
sepasang kembar gugur dalam kisah cinta tak sepakat
gugur, gugur semua, demikian prasasti dipahat

Tinggallah gentong dan kipas batu
di Masjid Jami’ Lamongan menjadi saksi
tanda cinta, perempuan melamar pria
di Lamongan, sebagai adat tradisi.

Lamongan, 19-06-2020

*) Iva Titin Shovia, lahir tahun 1980, masih setia dengan nama Titin Pardesi di Instagram. Tulisannya masuk dalam antologi: Ini Hari Sebuah Masjid Tumbuh di Kepala, Nyala Abadi, September Love, Kubiarkan Kau Terus Bercerita, Dongeng Cantik 300 Detik, Memoar Purnama Di Kampung Halaman, dll. Antologi puisi tunggalnya berjudul “From Bibir with love” (2018), dan “Lelaki Gandrung Takut Basah” (2019). Sedangkan kumpulan cerminnya, “Lelaki Pemetik Embun” terbit tahun 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *