Resensi, dan Sejarah Penerbitan Les Miserables karya Victor Hugo di Indonesia


Judul : Les Miserables
Penulis : Victor Hugo
Penerjemah : Anton Kurnia
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : II, Juli 2006
Tebal : 692 hlm
Peresensi : Hernadi Tanzil

Les Miserables adalah sebuah salah satu mahakaryanya penulis asal Prancis Victor Hugo yang menghantar dirinya menjadi salah seorang pengarang yang karyanya paling luas dibaca orang hingga kini dan kisahnya telah berkali-kali diadaptasi baik dalam bentuk drama, opera, film, dll.

Kisahnya sendiri menceritakan seorang mantan narapidana bernama Jean Valjean yang dihukum kerja paksa selama 19 tahun di sebuah kapal karena kedapatan mencuri sepotong roti karena lapar. Jean Valjean berkali-kali mencoba kabur dan berkali-kali juga tertangkap hingga hukumannya semakin diperberat

Pada pelariannya yang kesekian kalinya Jean Valjean sampai di sebuah biara dan mencuri beberapa barang milik biara. Namun saat ketahuan oleh petugas keamanan, sang Uskup, pemimpin biara tersebut menolongnya dengan mengatakan kepada petugas bahwa tempat barang-barang itu bukan dicuri melainkan sengaja diberikan untuknya.

Tersentuh oleh kebaikan hati sang Uskup, Jean Vaejean berubah menjadi seorang yang baik. Setelah kejadian itu ia menyembunyikan identitasnya, merubah namanya dan menjadi seorang pengusaha, memilik pabrik sambil menebar kebaikan tanpa pamrih kepada orang-orang yang patut ditolong. Salah seorang yang ditolongnya buruh pabrik miskin yang bernama Fantine yang terpaksa menjadi pelacur dan meninggal karena sakit. Kebaikan hatinya pada setiap orang yang membutuhkan pertolongan ini diketahui masyarakat luas sehingga orang-orang memilihnya untuk menjadi seorang walikota disebuah kota kecil

Setelah sekian lama menyembunyikan identitasnya Jean Valjean akhirnya mengakui jati diri sebenarnya setelah tertangkapnya seorang yang memiliki kemiripan dengan dirinya sehingga orang tersebut dituduh sebagai sosok Jean Valajean yang selama ini menjadi buron. Jean Valjean menjadi bimbang apakah membiarkan orang tersebut dituduh sebagai dirinya sehingga ia bisa bebas melanjutkan hidupnya atau mengaku jadi dirinya dengan segala konsekuenasinya.

Setelah mengalami pergumulan batin yang hebat akhirnya Jean Valjean memilih mengakui jati dirinya, ia menanggalkan kemapanan hidup dan kehormatannya sebagai seorang wailkota sehingga ia harus kembali menjalani hukuman kerja paksa di kapal dengan hukuman yang diperberat menjadi hukuman seumur hidup

Beberapa tahun kemudian Jean Valjean diberitakan tenggelam saat hendak menolong sesama narapidana lain yang nyaris jatuh dari sebuah kapal laut. Sesungguhnya Jean Valjean tidak mati tenggelam, ia berhasil menyelamatkan diri hingga ke Paris dan kembali menyembunyikan jati dirinya

Di kehidupan barunya ia mencari Cossete, anak Fantine buruh pabrik yang pernah ditolongnya semasa ia menjadi pengusaha. Cossete yang saat itu menjadi budak berhasil ditebusnya dan dirawatnya sebagaimana anak kandungnya sendiri hingga Cossete beranjak dewasa.

Kehidupan Jean Valjean bersama Cossete ternyata tidaklah mudah, ketakutan akan identitas asilnya terungkap tetap menghantui dirinya sehingga ia harus tinggal berpindah-pindah di tempat-tempat terpencil karena ternyata Javert, seoarang inspektur polisi yang ambisius ternyata masih terus mencari dirinya. Kehidupannya juga bertambah sulit ketika Perancis mengalami masa pergolakan Revolusi Perancis yang menyeretnya berada di tengah-tengah perang Saudara.

Sebenarnya ada banyak tokoh dan kisah dalam Les Miserables, novel yang dibungkus sejarah historis Perancis di abad ke 19 ini merupakan novel yang kompleks. Selain tokoh Jean Valajean, ada banyak tokoh dalam novel ini yang memiliki keterkaitan dengan Jean Valjean sebagai tokoh utamanya. Masing-masing tokoh memiliki kisahnya sendiri yang malang sehingga pantas sekali jika novel ini diberi judul Les Misrables yang jika diterjemahkan secara bebas bisa berarti Orang2 malang, penderitaan, kesengsaraan, dll.

Di novel ini Victor Hugo mengisahkan perjalanan hidup dan karakter tokoh-tokohnya dengan detail. Hal yang menarik karena kita diajak menyelami pengalaman hidup dari para tokoh-tokohnya namun tentu saja hal ini membuat alur kisahnya menjadi lambat sehingga membutuhkan kesabaran eksta untuk menyelesaikan novel setebal hampir 700 halaman ini.

Namun terlepas dari hal itu bagi penikmat novel-novel klasik, rasanya novel ini tak boleh terlewatkan untuk dibaca. Jika kita sabar membacanya hingga habis Ada banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita maknai dari novel ini. Lewat novel ini kita akan melihat sebuah realita kehidupan yang sesungguhnya dari masyakarat Prancis di abad ke 19 yang ternyata masih relevan dengan masa kini. Kita akan melihat tentang betapa kejinya sebuah ketidakadilan dan kesewenang-wenangan hukum, betapa mengerikannya ambisi manusia, agungnya pengorbanan demi cinta, romantika kisah cinta abad ke 19, kisah kepahlawanan yang heroik, dan serunya perang kota yang memecah belah sesama bangsa Prancis.

Dan dari kesemuanya itu kita akan disadarkan akan betapa mengerikannya dunia dan segala kekejamannya, betapa tak terduga perjalanan hidup manusia, dan betapa cinta dan nurani yang bersih mampu mengatasi segalanya.

Sejarah Penerbitan

Les Miserables adalah salah satu mahakarya Victor Hugo (1802-1885). Novel ini ditulis dalam bahasa Perancis saat Victor Hugo dalam pengasingan di pulau Guensey pada tahun 1851 karena beroposisi terhadap Napoleon III. Novel Les Miserables untuk pertama kalinya terbit pada tahun 1862. Butuh waktu selama 17 tahun bagi Hugo untuk menulis dan menerbitkan novel yang dalam bahasa Perancisnya ini setebal 1900 halaman dan 1500 halaman dalam bahasa Inggris sehingga novel ini merupakan salah satu novel tertebal sepanjang masa.

Awalnya novel ini diterbitkan dalam 10 jilid di Belgia dan Perancis secara bersamaan dan langsung meraih sukses. Kabarnya pada tanggal 15 Mei 1862, ketika novel ini untuk pertama kalinya dijual di toko buku Pagnerre’s Book Shop, Belgia kerumunan orang memadati jalanan di sekitar toko buku tersebut. Tak satu orang pun melepaskan pandangan pada tumpukan buku yang menjulang hingga langit-langit toko. Beberapa jam setelah toko buku itu dibuka, ribuan eksemplar Les Misérables ludes diborong massa.

Pada tahun 1892 Les Miserables diterbitkan dalam 9 bahasa secara simultan. Hingga kini novel ini terus diterbitkan dalam berbagai bahasa di dunia.


Signet classic, paperback, unabridge, 1488 hlm

Di Indonesia sendiri novel ini pernah diterjemahkan oleh Penerbit Gramedia pada tahun 1977 dalam edisi ringkas setebal.176 hlm.


Gramedia, 1977

25 Tahun kemudian Les Miserables diterjemahkan oleh Penerbit Bentang Pustaka, masih dalam versi ringkas namun jauh lebih tebal (600an halaman) dari versi Gramedia. Dan sempat 3 kali dicetak ulang dengan 3 cover yang berbeda.


Bentang Pustaka, cet 1, Febr 2006


Bentang Pustaka, cet 2, Juli 2006


Bentang Pustaka, cet 3, 2008

Seiring diputarnya film Les Miserables beberapa waktu yang lalu, Penerbit Visi Media menerbitkan novel ini dengan cover Anne Hathaway yang dalam filmnya berperan sebagai Fantine. (Ibu Cossete)


Visi Media, 2013

Judul asli postingan awal, Les Miserables by Victor Hugo, @htanzil

One Reply to “Resensi, dan Sejarah Penerbitan Les Miserables karya Victor Hugo di Indonesia”

  1. Blog yang menarik…..semoga maju terus…. Saya juga menyukai Si Bongkok dari Notre Dame, ditulis disitu: ” eperti bagaiman Dante menggambarkan Beatrice sebagai “Si Cantik dalam jubah putih”, demikian pula si cantik Esmeralda mati, dalam jubah putih. Esmeralda mati karena tindakannya sendiri karena cinta, walaupun bertepuk sebelah tangan, sebenarnya hanyalah cinta naksir.

    Saya mencoba menulis blog tentang Victor Hugo, semoga anda suka: https://stenote-berkata.blogspot.com/2018/07/wawancara-dengan-victor_87.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *