Prof. Dr. Muhammed Amin Sweeny (1938-2010): Perhatian terhadap Tradisi Lisan

Ajip Rosidi
Pikiran Rakyat, 12 Des 2010

WAKTU pagi-pagi tanggal 13 November 2010 saya mendapat sms yang memberitahukan bahwa Amin Sweeny meninggal, kaget benar saya. Karena tak pernah mendengar bahwa Amin sakit. Akan tetapi, maut memang bukan penyakit. Mula-mula tidak percaya sehingga saya menelefon Sdr. Ahmad Rivai di Jakarta yang saya minta agar menghubungi istrinya dan kalau memang berita itu benar, menyampaikan rasa dukacita saya kepada istrinya di rumahnya di Jatinegara. Continue reading “Prof. Dr. Muhammed Amin Sweeny (1938-2010): Perhatian terhadap Tradisi Lisan”

Sapardi Mempertanyakan Kebenaran

Sapardi Djoko Damono
Pewawancara: Ilham Khoiri
Kompas, 12 Des 2010

SAPARDI Djoko Damono adalah sosok sastrawan Indonesia yang lengkap. Dia seorang penyair, pengamat sastra, dan pendidik yang tekun—bahkan sempat menjadi birokrat kampus. Lebih menarik lagi, hingga usianya yang ke-70 tahun, lelaki ini tetap aktif berkarya.

Sebagai penyair, Sapardi lebih dikenal lewat puisi-puisi yang bercorak liris. Puisinya dianggap mewakili pengelolaan pikiran dan perasaan yang mendalam. Diksinya sederhana, tetapi tajam; rumit sekaligus halus. Continue reading “Sapardi Mempertanyakan Kebenaran”

Al-Azhar dan Moderasi Islam

Faiq Ihsan Anshori
Kompas, 12 Des 2010

AL-AZHAR merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di dunia setelah Universitas Oxford di Inggris. Namanya menjulang tinggi di dunia karena membawa bendera moderasi Islam. Di usianya yang lebih dari satu milenium ini, pengaruhnya semakin terasa hingga di Tanah Air.

Buku Al-Azhar: Menara Ilmu, Reformasi dan Kiblat Keulamaan karya Zuhairi Misrawi merupakan salah satu buku terlengkap tentang al-Azhar karena menyuguhkan profil keilmuan, sejarah dan jejak reformasi Islam, sejarah mahasiswa Indonesia di al-Azhar, dan perannya dalam mengembangkan moderasi Islam di dunia. Continue reading “Al-Azhar dan Moderasi Islam”

Emiria Soenassa Membayangkan Nusa

Heidi Arbuckle
Kompas, 12 Des 2010

SEBAGAI peneliti asing, sering kali orang Indonesia berkomentar kepada saya: ”Oh, kamu orang yang meneliti Frida Kahlo-nya Indonesia, ya?” Saya tidak lagi heran mendengarnya, tetapi selalu tergelitik dengan kenyataan bahwa orang Indonesia lebih kenal pelukis perempuan asal Meksiko daripada Emiria Soenassa, pelukis perempuan termasyhur pada zamannya di negeri mereka sendiri. Apalagi, menurut saya, lukisan dan riwayat hidup Emiria tidak kalah menarik dari Frida. Continue reading “Emiria Soenassa Membayangkan Nusa”

Kolaborasi Tiga Wayang

Sri Rejeki
Kompas, 12 Des 2010

SUARA alu-alu yang dientakkan ke lesung oleh enam perempuan paruh baya berbaju lurik dan berkain batik terdengar bertalu-talu, Kamis (2/12) malam. Atraksi itu mengingatkan kita pada tradisi agraris menumbuk beras yang kini hampir tidak dapat dijumpai lagi.

Suasana pedesaan itulah yang mengawali pertunjukan wayang beber dengan lakon ”Suluk Banyu” di Griya Tanjung Anom, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Continue reading “Kolaborasi Tiga Wayang”

Bahasa »