Kenangan Dini, Pencerahan Spiritualisme

S Prasetyo Utomo*
Kompas, 25 Maret 2007

Genre sastra kita sungguh kering dari penciptaan otobiografi yang berkadar literer. Kebanyakan otobiografi ditulis dengan kejutan politik, beranjak dari visi dan polemik kekuasaan. Beruntung kita memiliki Nh Dini yang selalu mencipta otobiografi—yang disebutnya sebagai “seri kenangan”—dengan kekuatan style, eksotisme, detail setting, dan kesadaran empati yang memancar dari dalamnya. Ini dapat kita telusuri dalam seluruh bangun seri kenangan terbarunya, La Grande Borne (PT Gramedia Pustaka Utama, 2007). Continue reading “Kenangan Dini, Pencerahan Spiritualisme”

Kemana Emha Ainun Nadjib?

Syaripudin Zuhri
http://www.kompasiana.com/virays

Di jaman Orde Baru(ORBA) namanya hampir setiap hari terpampang di media cetak, baik di surat kabar maupun majalah. Boleh dibilang tak ada hari tanpa Emha Ainun Nadjib. Kritikan yang tajam terhadap pemerintahan ORBA tak habis-habisnya dengan gaya tulisannya yang sangat menarik, lancar dan menginspirasi setiap pembaca. Dan sebagai budayawan yang luas wawasannya membuat gaya tarik sendiri. Continue reading “Kemana Emha Ainun Nadjib?”

Bersalaman dengan Gadis Gila

Emha Ainun Nadjib
Harian SURYA, 7 Des 1992

Hari ini saya menerima surat dari sebuah kota pesisir utara Jawa yang berisi permohonan maaf kepada saya. Tentu saja saya membalasnya dengan kata-kata: “Saya tidak berhak memberi maaf kepada Anda, sebab menurut pengetahuan saya Anda bersalah tidak kepada saya, melainkan kepada Tuhan, kepada gadis gila itu dan kepada diri Anda sendiri.” Continue reading “Bersalaman dengan Gadis Gila”

Bahasa »