Ketidakpercayaan pada Kebudayaan

Mudji Sutrisno*
Media Indonesia, 29 Maret 2007

KEKUATAN hakiki kebudayaan adalah kemampuannya merawat dan merayakan kehidupan yang dirangkum dalam sistem nilai.

Hakiki karena ia menjadi sumber dari pembahasaan hukum, aturan, norma, perilaku bagi masyarakat yang berada di dalamnya. Inspirasi itu ditafsirkan dan dituangkan dalam sebuah produk kebudayaan sehingga mudah dicerna sebagai pedoman ketika manusia sedang menghadapi tantangan dan bencana. Continue reading “Ketidakpercayaan pada Kebudayaan”

Puasa, Setan, dan Gempa

Emha Ainun Nadjib

PUASA itu melatih “tidak” karena kehidupan sehari-hari kita adalah melampiaskan “ya”. Sekurang-kurangnya mengendalikan “ya”. Mental manusia lebih berpihak pada “melampiaskan” dibanding “mengendalikan”.

Padahal, keselamatan peradaban, keindahan kebudayaan, tata kelola manajemen, kepengurusan negara dan kemasyarakatan lebih mengacu pada pengendalian daripada pelampiasan. Continue reading “Puasa, Setan, dan Gempa”

Filsafat untuk Calon Intelektual

Hasnan Bachtiar *

SANGAT PENTING filsafat dikenalkan kepada calon intelektual. Filsafat adalah jendela pengetahuan, sekaligus kebudayaan yang mengusung nilai-nilai dan kebiasaan kritis dalam membaca kehidupan. Karena itu, tidak heran jika prinsip-prinsip fundamental kehidupan seperti kebersamaan, keadilan, dan hubungan sosial yang baik, berangkat dari pendalaman filsafat yang serius (prihatin). Continue reading “Filsafat untuk Calon Intelektual”

Doa Malam Ketujuh

Ahmad Zaini*

Kumandang lantunan doa bergema dari rumah Yasak. Suara ratusan orang yang berjejal di rumah berbahan dari bambu itu berebut khusuk menembus celah-selah dinding rumah yang sudah lapuk. Tangis isak serta linangan air mata terus mengalir dari para pelantun doa. Mereka sibuk mengusap air mata dengan ujung baju atau dengan sarung untuk menahan air mata bening yang terus mengalir. Doa-doa terus bergema diiring hembusan angin rawa yang menembus celah dinding-dinding rumah. Continue reading “Doa Malam Ketujuh”

Bahasa ยป