Nurel Javissyarqi*
http://media-sastra-indonesia.blogspot.com/
Saya menyebut kebertemuan itu mengikat. Fokus pandangan yang dipersatukan dari awalnya tidak dibingkai pigura penalaran. Sedangkan jarak sebelum bertemu, tercipta dari rentetan waktu-waktu lembut yang memiliki kemungkinan campuran, semacam takdir yang diterima. Continue reading “FILOSOFIS KEBERTEMUAN, MIMPI DAN PENCARIAN”
