Venus

AS. Sumbawi

Hujan jatuh di luar jendela. Angin dingin menyelusup lewat sela-sela pintu dan jendela kamar. Waktu menunjukkan pukul 22.21 di jam dinding.

Maria masuk sembari mengeringkan rambutnya dengan selembar handuk merah. Ia baru saja mandi setelah hujan mengguyur tubuhnya dalam perjalanan pulang dari rapat sebuah LSM tadi. Seperti biasa, ia langsung mandi. Kalau tidak, tubuhnya akan terserang demam. Dan ia tidak mengizinkan hal itu terjadi. Continue reading “Venus”

CALCUTTA VAN JAVA

S. Jai *

SINOPSIS

KASIYATI, seorang penghibur di gang mesum memutuskan melayani seorang saja tamunya. Seorang berkebangsaan Belanda, Gerritsen. Pria itu bekerja sebagai ahli mesin di perusahaan yang terancam diswastanisasi oleh negara.

Di Jawa, Gerritsen punya misi lain selain tentu saja mencukupi kebutuhan hidup Kasiyati dengan seorang putranya. Pria itu bertugas memuluskan jalan agar perusahaan itu kembali dikuasai orang Belanda. Continue reading “CALCUTTA VAN JAVA”

PARADOKS GLOBALISASI: MEMIKIRKAN KEMBALI ARAH KEBUDAYAAN KITA

Abdul Hadi W. M.
icasjakarta.wordpress.com

(Disampaikan Pada Orasi Pengukuhan Guru BesarDalam Bidang Ilmu Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Jakarta 11 Juni 2008).

Hadirin yang mulia,
Izinkan saya awali dialog ini dengan menyampaikan puji syukur kepada Allah s.w.t. sebab berkat pertolongan-Nya semata majlis ini dapat diselenggarakan penuh khidmat. Terimakasih saya sampaikan kepada segenap pimpinan dan civitas akademika Universitas Paramadina yang telah memberi kesempatan kepada saya pada hari yang penting ini untuk menyampaikan pidato pengukuhan saya selaku guru besar pada Fakultas Falsafah dan Peradaban, khususnya Program Studi Falsafah dan Agama. Tidak kurang pula penghargaan dan terimakasih saya alamatkan kepada hadirin yang telah meluangkan waktu menghadiri majlis ini. Continue reading “PARADOKS GLOBALISASI: MEMIKIRKAN KEMBALI ARAH KEBUDAYAAN KITA”

MELIHAT DUNIA LEWAT JENDELA CERPEN

Maman S. Mahayana

Korrie Layun Rampan, Tokoh-Tokoh Cerita Pendek Dunia, Jakarta: Grasindo, 2005, xviii + 233 halaman.

Konon, sastra adalah roh kebudayaan. Ia dilahirkan dari sosok sastrawan yang mengalami serangkaian kegelisahan atas problem kultural masyarakatnya. Sastra yang mengangkat dunia manusia menggambarkan gagasan, bahasa, pikiran, perasaan, sikap perilaku, dan pandangan hidup manusia sebagai salah satu bentuk pengejawantahan kebudayaannya. Continue reading “MELIHAT DUNIA LEWAT JENDELA CERPEN”

Bahasa ยป