Di Zaman yang Meleset

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

KATA sebuah kisah, John Maynard Keynes pernah membuang sebakul handuk kamar mandi ke lantai di tengah sebuah pembicaraan yang serius. Orang-orang terkejut. Tapi begitulah agaknya ekonom termasyhur itu menjelaskan pesannya: Jangan takut berbuat drastis, untuk menciptakan keadaan di mana bertambah kebutuhan akan kerja. Dengan itu orang akan dapat nafkah dan perekonomian akan bisa bergerak. Continue reading “Di Zaman yang Meleset”

Inisiator

N. Syamsuddin CH. Haesy
jurnalnasional.com

HARGA kehormatan manusia, dapat dilihat dari inisiatif yang lahir dari proses kecerdasan dan tanggung jawab personalnya di tengah lingkungan sosial, tempat di mana dia berada. Karenanya, orang-orang yang mempunyai sikap kerja profesional, tak pernah berhenti menciptakan inisiatif-inisiatif baru yang cerdas, segar, dan merupakan kontribusi berharga bagi kemajuan. Continue reading “Inisiator”

Estetika Realisme-Primitif, Testimoni, dan Pengutuhan Kualitas Hidup

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

“Mencintai seseorang sama artinya
rela menjadi tua di sampingnya.” (Albert Camus)

TAMPAKNYA dialog yang diucapkan tokoh rekaan dalam Caligula itu, kini boleh dilontarkan siapa saja. Tak musti sahih bila dituturkan penganut kaum absurdis. Terlebih kian sulit di zaman sekarang mencari orang yang paham akan karya-karya berat Caligula, Sampar (Camus), The Waiting for Godot, Endgame (Beckett), Zarathustra (Nietzsche) dan sejenisnya. Continue reading “Estetika Realisme-Primitif, Testimoni, dan Pengutuhan Kualitas Hidup”

Bahasa »