BALADA NILAKANDI
I
Dan pagi pun resik. Menala bakti rumesik
dalam tayung-tayungan kelana
Kuhamparkan tembang anclum. Tembang alum
lamun warna bumiku tambah ungu Continue reading “Balada-Balada, Suryanto Sastroatmodjo”
BALADA NILAKANDI
I
Dan pagi pun resik. Menala bakti rumesik
dalam tayung-tayungan kelana
Kuhamparkan tembang anclum. Tembang alum
lamun warna bumiku tambah ungu Continue reading “Balada-Balada, Suryanto Sastroatmodjo”
Sutejo
Ponorogo Pos
Perempuan kasta Brahmana ini ikhlas melepaskan “kebrahmanaan” dengan menikah seorang lelaki bernama Arief B Prasetya, seorang sastrawan muda yang kokoh karena komunitas andal di Utan Kayu bersama Nirwan Dewanto, Ayu Utami, Sitok Srengenge, dan lain sebagainya. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI OKA RUSMINI”

Maman S. Mahayana ** Continue reading “POTRET MANUSIA MARJINAL DALAM CERPEN-CERPEN JONI ARIADINATA*”
Theresia Purbandini
http://jurnalnasional.com/
Saat ini teater bukan lagi genre kesenian yang tidak terjangkau masyarakat, karena beban-beban estetik. Demikian juga dengan Kelompok Teater Payung Hitam dari Bandung, yang berkali-kali mementaskan Kaspar. Sebuah pementasan yang keseluruhannya memaksimalkan gestur tubuh aktor sebagai satu-satunya medium komunikasi dengan penonton. Continue reading “Menyimak Anonimitas di Panggung Teater”
Nurel Javissyarqi
https://pustakapujangga.com/2009/09/for-j-w-v-goethe-i/
(I) Ribuan gentayangan menjambak rambutku,
bersama matahari melewati tujuh harinya bumi,
duabelas purnama, gerimis dan terik menyengat.
Yang malam, menyaksikan bintang-gemintang abadi,
atas padang rumput ilalang, kala kabut menebar sangsi;
udara mulai terhirup pemikiran, keraguan ganjil tertelan. Continue reading “BUAT J.W.V. GOETHE, I”