Tan Malaka, Sejak Agustus Itu

Goenawan Mohamad
tempointeraktif.com

SAYA bisa bayangkan pagi hari 17 Agustus 1945 itu, di halaman sebuah rumah di Jalan Pegangsaan, Jakarta: menjelang pukul 09:00, semua yang hadir tahu, mereka akan melakukan sesuatu yang luar biasa.

Hari itu memang ada yang menerobos dan ada yang runtuh. Yang runtuh bukan sebuah kekuasaan politik; Hindia Belanda sudah tak ada, otoritas pendudukan Jepang yang menggantikannya baru saja kalah. Yang ambruk sebuah wacana. Continue reading “Tan Malaka, Sejak Agustus Itu”

Penghargaan bagi sang Penemu

Mikhael Dua
http://www.suarapembaruan.com/

Hari-hari belakangan ini, kita menyaksikan pengumuman Komite Nobel, yang berpusat di Swedia, mengenai nama-nama penerima Hadiah Nobel dalam bidang kesehatan, fisika, dan sastra. Penghargaan Nobel Fisika diberikan kepada Yoichiro Nambu, Makoto Kobayashi, dan Toshihide Maskawa, yang pernah melakukan penelitian berkaitan dengan usaha terungkapnya Teori Ledakan Besar (Big Bang) sekitar 13,7 miliar tahun lalu. Continue reading “Penghargaan bagi sang Penemu”

Pagar Emas

A. Rodhi Murtadho *

Pagar di depan rumah mulai berkarat. Entah sejak kapan karatan itu mulai menyelimuti besi pagar. Daun yang ada di atasnya selalu saja bergerak. Sejak kapan daun itu berada di sana. Aku tak tahu pasti. Setahun yang lalu, seingatku, belum ada daun yang berada di atas pagar. Selalu saja aku bertanya dalam hati. Daun itukah yang menyebabkan pagar berkarat? Aku semakin bingung dengan pertanyaan yang muncul dalam benakku. Continue reading “Pagar Emas”

REMY SYLADO: MELUKIS KEHIDUPAN LEWAT KATA

Sutejo
Ponorogo Pos

Ada ungkapan menarik dari Remy Sylado, “Orang mengamati kehidupan lalu menyimpan dalam daya kreatif. Sewaktu-waktu bisa dia panggil untuk dijadikan tulisan.” (Mata Baca, edisi September 2005:8). Realita, karena itu, adalah kekuatan alam yang dapat berdaya magis bagi pemilik daya kreatif. Ia sebentuk cakra kehidupan yang senantiasa memancarkan makna. Kehidupan itu menjadi semacam tempat rekreasi mata, kemudian menjadi rekreasi hati jika kita meminjam ungkapan Ibnu Duraid. Continue reading “REMY SYLADO: MELUKIS KEHIDUPAN LEWAT KATA”

Bahasa »