TENTANG PUISI EPIK

Maman S Mahayana *

Pembicaraan puisi epik biasanya selalu dikaitkan dengan kisah-kisah klasik peperangan dan kepahlawanan yang menakjubkan. Mengingat kisah-kisah itu terdiri dari serangkaian peristiwa dan sejumlah episode, maka bentuk puisi epik hampir selalu berupa puisi naratif yang panjang. Di dalam perkembangannya kemudian, panjang pendeknya puisi itu, bukanlah merupakan ukuran mutlak. Continue reading “TENTANG PUISI EPIK”

BELAJAR MENULIS DARI LAN FANG

Sutejo
Ponorogo Pos

Pada tanggal 8 Desember 2007 di Unesa Surabaya kampus Lidah adalah acara Seminar Nasional Sastra Pop untuk mengiringi pelepasan Prof Budi Darma yang purna sebagai guru besar. Pada saat itu hadir, sederetan penulis, penyair, cerpenis macam: Lan Fang, Yati Setiawan, Mashuri, Audex, Kurnia Fabiola, dan Budi Darma sendiri. Rencana, Saparto Broto juga hadir sebagai pembicara. Tapi saat itu tidak dapat hadir karena ada kepentingan keluarga di Jakarta. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI LAN FANG”

Perempuan Kupu-kupu

Dian Hartati**

Aku adalah perempuan kupu-kupu. Setiap langkah yang tercipta selalu menghadirkan kepak sayap. Ruang-ruang di rumahku adalah sebuah dimensi yang menceritakan kisah-kisah menawan dan selalu menghadirkan gelak tawa. Senda gurau perempuan lain, ibuku yang kupanggil dengan sebutan Mama.. Continue reading “Perempuan Kupu-kupu”

Militer dalam Novel Kita

Grathia Pitaloka
Jurnal Nasional,19 Okt 2008

Novel Indonesia dihuni banyak tokoh dari beragam profesi, seperti wartawan, guru, pedagang, mahasiswa, dan juga militer.

Militer seolah tak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tak terkecuali dalam perkembangan dunia sastranya. “Bagi para sastrawan angkatan 45, militer sempat menjadi tema yang inspiratif,” kata Nurinwa Ki S Hendrowinoto kepada Jurnal Nasional, Selasa (14/10). Continue reading “Militer dalam Novel Kita”

PEMBANGUN DUNIA GANJIL, XV: I – XCIII

Pembangun Dunia Ganjil
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Pembangun Dunia Ganjil” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi *
http://pustakapujangga.com/?p=205

Keberanianmu menggaris palet dengan tegas,
jujur saja, waktu lembut semakin dalam
setebal kelam gurat menohok, mencipta angin membiru (XV: I). Continue reading “PEMBANGUN DUNIA GANJIL, XV: I – XCIII”

Bahasa »