Laskar Pelangi dan Ihwal Film Nasional

Fahrudin Nasrulloh*
Jawa Pos, 19 Okto 2008

Memperingati 10 Nopember 1945 adalah mengenang pekik hidup-mati, geriung tank yang merangsek, dan simbahan getih di Jembatan Merah Surabaya. Ini lelayap bayangan saya kiranya, sebelum saya menyimak memoar Bung Tomo dalam bukunya 10 Nopember (Penerbit Balapan: Jakarta, 1951). Tersebab itu, saya memburu berbulan-bulan film garapan Imam Tantowi yang berjudul Soerabaia 45: Hidup atau Mati!. Susah memang, tapi akhirnya ketemu juga di rentalan film di depan GOR Jombang. Continue reading “Laskar Pelangi dan Ihwal Film Nasional”

Perempuan Teluk yang Karam

Marhalim Zaini
Solopos, 14 Juli 2002

Setiap hari, perempuan itu mandi bersama senja. Sebab ia demikian mencintai senja. Senja di teluk Dara yang sederhana. Tidak senja yang lain. Tidak senja di pantai Selat Baru yang sendu. Tidak senja di sungai Siak yang beraroma kenanga. Tidak juga senja di danau Bangau yang mempesona. Apalagi senja di pelabuhan Bengkalis yang erotis dan menawan. Perempuan itu hanya mencintai senja di teluk Dara. Hatinya begitu menyatu, seperti bunga dengan tangkainya. serupa laut dengan pantainya. Continue reading “Perempuan Teluk yang Karam”

Pembantu Bintang Lima

A. Rodhi Murtadho *

Pembantu bintang lima. Sudah menjadi cita-cita Lina untuk menjadi pembantu. Sejak keinginan itu tebersit dalam benak. Berbagai usaha pun dilakukan untuk mewujudkannya. Belajar dari berbagai macam bacaan yang ada di sekolah. Magang langsung menjadi pembantu ataupun bergabung dalam organisasi masyarakat yang kerjanya membantu orang. Semua itu dilakukan untuk mencapai pangkat tertinggi pembantu. Bintang lima. Setara dengan jendral, pikirnya. Tentu saja akan menjadi terobosan baru dalam dunia karir perempuan. Continue reading “Pembantu Bintang Lima”

Matahari

Imam Muhtarom
Jawa Pos, 28 Sep 2008

Aku duduk dekat jendela. Jarum jam melorot ke bawah, tepat di angka tiga. Kuhabiskan sisa sore yang berkabut menatap langit menggenang. Aku ambil sebotol bir hitam dan sebotol vodka. Kugerojok ke tenggorokan. Aku rasakan cairan itu turun dan tak lama aku rasakan bagaimana napas semakin melemah, tubuh mulai kosong, mati. Continue reading “Matahari”

Bahasa ยป