Fahrudin Nasrulloh*
Jawa Pos, 19 Okto 2008
Memperingati 10 Nopember 1945 adalah mengenang pekik hidup-mati, geriung tank yang merangsek, dan simbahan getih di Jembatan Merah Surabaya. Ini lelayap bayangan saya kiranya, sebelum saya menyimak memoar Bung Tomo dalam bukunya 10 Nopember (Penerbit Balapan: Jakarta, 1951). Tersebab itu, saya memburu berbulan-bulan film garapan Imam Tantowi yang berjudul Soerabaia 45: Hidup atau Mati!. Susah memang, tapi akhirnya ketemu juga di rentalan film di depan GOR Jombang. Continue reading “Laskar Pelangi dan Ihwal Film Nasional”
