Taufiq Wr. Hidayat *
Sahdan pada suatu tempat, seseorang bagai ditelan malam. Ia menyaksikan gelap bersekutu dengan dingin dan jaket hitam. Satu dua bis tiba juga di terminal itu. Terminal yang entah sudah berusia berapa tahun. Tidak ramai. Sepi berdiam di sana. Sebuah warung kopi yang buka sampai malam, sejumlah anak muda menghabiskan malam sambil memainkan andorid. Continue reading “MALAM DIAM TERMINAL TEMBOK”




