KEHADIRAN APRESIASI SASTRA (8)

Djoko Saryono *

/0/
Kita bisa mendapatkan tiga keberadaan atau kehadiran apresiasi sastra. Pertama, ada umumnya kita merasa yakin bahwa sesuatu yang dinamakan apresiasi sastra itu hadir secara substansial dan mandiri walaupun kita belum mengetahui sosok dan jati dirinya secara tegas. Kedua, pada umumnya kita merasa yakin bahwa apresiasi sastra berbeda dan dapat dibedakan dengan, misalnya, kritik sastra dan penelitian sastra. Kemudian ketiga, apresiasi sastra merupakan sosok tersendiri dalam dunia (penghadapan) sastra atau dunia penggaulan sastra yang harus diakui dan diabsahkan. Continue reading “KEHADIRAN APRESIASI SASTRA (8)”

KAMBING HITAM

Aprinus Salam *

Dalam kehidupan sehari-hari, ada ruang ketiga yang biasa dijadikan alternatif. Alternatif baik sebagai ruang keranjang sampah masalah maupun sebagai ruang untuk menyelesaikan masalah. Ruang itu kita sebut sebagai Kambing Hitam. Sesuatu yang dituduh dan diprasangkai bersalah.

Mungkin perlu dicari dan dijelaskan mengapa frasa atau ungkapan yang dipilih adalah Kambing Hitam. Apa yang salah pada Kambing sehingga cukup banyak digunakan untuk asosiasi-asosiasi yang negatif, seperti Kambing Bandot, Musang berbulu Domba (maksudnya sama dengan Kambing). Continue reading “KAMBING HITAM”

KIAI YANG TERTAWA

Taufiq Wr. Hidayat *

Dialah seorang kiai dengan ilmu-ilmu agama yang mumpuni. Penguasaannya pada ilmu-ilmu agama Islam tak diragukan, menjadi rujukan banyak orang perihal masalah-masalah keagamaan. Tapi kiai ini punya selera humor yang tinggi, tak segan tertawa terbahak, hari ini mirip Kiai Fadhol Umbulsari, Wongsorejo. Sedikit saja humor sudah membuatnya tertawa. kalau berbicara, wajahnya tampak seakan-akan menahan tawa atau tampak selalu tersenyum. Sangat cair. Dan mengasikkan. Continue reading “KIAI YANG TERTAWA”

Bahasa ยป