
Nurel Javissyarqi * Continue reading “Menyangsikan Kesungguhan Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan (III)”
Menyangsikan Kesungguhan Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan (II)
Menyangsikan Kesungguhan Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan (I)
Mempertanyakan cara penulisan Alur Alun Tanjidor, A.H. J Khuzaini

Nurel Javissyarqi * Continue reading “Menyangsikan Kesungguhan Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan (I)”
SASTRA, TUKANG OBAT, DAN ZAMAN TONTONAN
Anindita S Thayf
Solo Pos, 02/12/2018
Bisakah sastra terus hidup di tengah masyarakat yang mayoritas tidak mampu membeli buku, atau minoritas yang mampu, tapi enggan membaca? Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Sastra pun bisa mati tetapi tidak pernah bisa berkompromi. Kala itu sastra adalah pemberontakan permanen yang tidak bisa dihentikan oleh jaket pengekang. Setiap usaha untuk membelokkan wataknya yang pemberontak dan pemberang mestilah bakal gagal. Demikian pernyataan tegas Mario Vargas Llosa dalam esainya Sastra Itu Api yang tersaji di dalam buku Matinya Seorang Penulis Besar. Continue reading “SASTRA, TUKANG OBAT, DAN ZAMAN TONTONAN”
KARYA ILMIAH VERSUS ESAI
Djoko Saryono
Apakah yang kita ketahui mengenai karya ilmiah? Suatu karya ilmiah atau ilmu selalu berpretensi, malah acapkali kelewat berambisi, memahami dan menjelaskan semesta, kehidupan, dan manusia beserta segala peristiwa di dalamnya. Lewat peralatan dan perangkat ilmiah yang dimiliki dan sering dibilang canggih, alam semesta beserta kehidupan dan manusia di dalamnya dicoba dijinakkan dan ditundukkan – mungkin dibekukan kalau tidak malah dilumpuhkan atau dibunuh – ke dalam logika, rasionalisasi, objektivasi, konseptualisasi, generalisasi, formulasi, argumentasi, dan sofistikasi filosofis-akademis dengan presisi sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan alam semesta beserta kehidupan dan manusia di dalamnya tampak sebagai sehimpunan fakta dan data. Continue reading “KARYA ILMIAH VERSUS ESAI”
