Damiri Mahmud Tak Pernah Kehabisan Kata

Nevatuhella
Analisadaily 2 Agu 2014

Di usia 69 tahun, Damiri Mahmud masih cukup aktif menulis. Minggu, 4 Mei 2014 yang lalu, catatan budayanya muncul di Harian Analisa Medan. Sore harinya pada hari yang sama, dia memberi ceramah sastra di stasiun RRI Medan bersama sastrawan Medan, Sulaiman Sambas (sastrawan asal kota Tanjungbalai, Asahan, teman kecil Martin Alaida), Mihar Harahap (mantan dekan FKIP-UISU Medan), dan penyair Wirja Taufan. Continue reading “Damiri Mahmud Tak Pernah Kehabisan Kata”

SERATUS TAHUN KESUNYIAN: TRAGEDI DAN IRONI YANG DIULANG-ULANG

Novel Seratus Tahun Kesunyian, Gabriel García Márquez

A.S. Laksana *

“Dengan cara membesar-besarkan setiap kejadian, hingga mencapai tingkat takhyul,
kita bisa menikmati tragedi dengan rileks dan menertawainya sekaligus.”

“Bertahun-tahun nanti, saat ia menghadapi regu tembak, Kolonel Aureliano Buendía akan teringat senja yang samar ketika ayahnya membawanya menemukan es.” Continue reading “SERATUS TAHUN KESUNYIAN: TRAGEDI DAN IRONI YANG DIULANG-ULANG”

Ke-berhalangan hadir-nya Binhad Nurrohmat

Nurel Javissyarqi *

“Kejam,” satu kata komentar dari guru saya untuk buku MMKI. Ia bukan tukang syair pun tidak ahli bahasa, tetapi seniman lukis tulen (Tarmuzie).

Jauh sebelum Binhad berkomentar dengan kata-kata; “Aku berhalangan hadir” pada postingan pamflet acara diskusi buku “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia” yang diunggah Cak Kepik (Andhi Setyo Wibowo 26/1/2018), jadwalnya diadakan dalam kegiatan rutin SelaSastra bertepatan ke #24, Continue reading “Ke-berhalangan hadir-nya Binhad Nurrohmat”

Bahasa »