MENYINGKAP PETA KESUSASTRAAN SUMATERA UTARA

Suyadi (Suyadi San) *
suyadi-san.blogspot.co.id

“Pada batasan, Bukit Barisan.
Memandang aku ke bawah memandang;
Tampaklah hutan rimba dan ngarai;
Lagipun sawah, sungai jang permai;
Serta gerangan, lihat pula.
Langit yang hijau bertukar warna
Oleh pucuk, daun kelapa;
Itulah tanah, tanah airku
Sumatera namanya, tumpah darahku.”
(“Tanah Air”, bait 1, Muhammad Yamin) Continue reading “MENYINGKAP PETA KESUSASTRAAN SUMATERA UTARA”

“Puisi Panggung” dan “Puisi Kamar”

Badaruddin Amir
Fajar Makassar, 28 Feb 2016

AWALNYA MEMANG penyair menulis puisi bukan untuk dibacakan di depan umum. Melainkan untuk dibaca dalam hati agar maknanya dapat diserap dan direnung oleh pembaca. Tradisi pelisanan puisi di depan umumlah yang mengembangkan situasi itu sehingga dikenal pula cara-cara sosialisasi lain, yaitu pembacaan puisi atau “poetry reading”. Continue reading ““Puisi Panggung” dan “Puisi Kamar””

Imaji Puisi Kali

Bambang Widiatmoko
Majalah Sagang No 187

Ada ingatan pada masa kanak-kanak saya tentang kali (sungai) yang membuat hati saya berdesir tiap kali mengingatnya. Kali itu adalah Kali Code yang mengalir di tepian desa tempat tinggal kakek nenek buyut saya, berbatasan dengan kampus Universitas Gadjah Mada. Tiap liburan sekolah saya bermalam di rumah leluhur yang tentu pada saat itu listrik belum tersambung. Continue reading “Imaji Puisi Kali”

Tahun Kebangkitan Sastra Sumatera Utara Dimulai

Saripuddin Lubis *
komunitashomepoetry.blogspot.co.id

Era sebelum tahun 1920-an, dunia sastra di Sumatera Utara dianggap sebagai tonggak dasar kesusastran di Tanah Air. Sebab, saat itu sastrawan Sumatera Utara bisa dikatakan sebagai barometer sastra di tanah air.

Pertama sekali dimulai dengan munculnya nama M. Kasim yang dianggap sebagai peletak dasar berdirinya cerita pendek di tanah air. Setelah itu muncullah nama Amir Hamzah, pemuda dari Langkat, yang dikenal sebagai motor puisi Angkatan Pujangga Baru. Continue reading “Tahun Kebangkitan Sastra Sumatera Utara Dimulai”

Bahasa »