Ribut Wijoto
beritajatim.com 2 Agu 2017
SAMPAI kini, salah satu problem teater kita tetaplah pada sepinya penulisan apresiasi pementasan. Drama dipentaskan, sudah itu, selesai. Selebihnya, kesunyian.
Tidak bisa tidak, sedikitnya apresiasi membuat teater jadi marginal. Tulisan ini, secara sengaja dan terus terang, merupakan provokasi didaktis agar insan teater mau menulis esai tentang drama (baca: teater). Continue reading “Waktunya Menulis Esai Teater”
