Membaca Kearifan Penyair Nusantara

Neva Tuhella

PASIE KARAM meru­pa­kan judul yang dipilih tiga ku­rator Antologi Puisi Temu Pe­nyair Nusantara 2016. Dewan Kurator terdiri dari D. Kema­lawati, Fikar W. Eda dan Musta­fa Ismail. Ketiganya, penyair asal Aceh.

Ada 163 penyair se-Nusan­tara yang pusinya di muat dalam antologi setebal 460 halaman ini. Termasuk di dalamnya 13 pe­nya­ir yang berasal dari Rusia, Si­ngapura dan Malaysia. Continue reading “Membaca Kearifan Penyair Nusantara”

Bahasa Ilmiah

Seno Gumira Ajidarma *
Majalah Tempo, 30 Agu 2010

SAAT mengikuti penjelasan seorang dosen tentang bahasa ilmiah, beliau memberi contoh bahwa tidak dibenarkan menuliskan kalimat seperti berikut: “Menurut pendapat gue….”

Hehe. Waktu itu semua mahasiswa tertawa. Namun saya sempat berpikir, bagaimana kalau kita tidak hidup di Republik Indonesia, tetapi di Republik Betawi? Benarkah bahasa Betawi masih tidak layak dan tidak sahih menjadi bahasa ilmiah? Continue reading “Bahasa Ilmiah”

Novel Sufi Melayu dalam ‘Lelaki Pembawa Kain Kafan’

Oly Rinson *
Riau Pos, 26 Agus 2012

Pada Mulanya adalah kata.

A. Novel Bagus Tanpa Indentitas Penerbit

KEBIASAAN saya membaca buku, pertama kali saya lihat adalah judulnya, siapa yang menerbitkan buku itu, siapa editornya dan cetakan keberapa buku itu?

Kalau dia buku terjemahan, siapa alih bahasanya? Hal-hal itu biasanya selalu mengusik saya. Continue reading “Novel Sufi Melayu dalam ‘Lelaki Pembawa Kain Kafan’”

Mengeja Islam dalam Karya Griven H Putera

Abdul Hamid Nasution
riaupos.co 14 Nov 2015

JIKA bicara Melayu tak pelak kita harus bicara soal Islam. Bukan kah Melayu adalah Islam, atau jiwa Melayu itu adalah Islam. Membincangkan karya sastra Melayu, sudah barang tentu perbincangan itu tak jauh dari nilai-nilai keislaman. Karena ruh Islam sudah bersatu tubuh dengannya. Namun karya sastra Melayu tak harus pula kita sebut ia sebagai sastra Islami, hal ini karena sastra Melayu itu laksana jasad, ruhnya adalah Islam. Continue reading “Mengeja Islam dalam Karya Griven H Putera”

Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi

Lewat Waktu Di Sayap Malaikat, I-XXXIX dalam Antologi Puisi “Kitab Para Malaikat”

Awalludin GD Mualif

1/
Selepas mengaduk secangkir kopi saya pun menyalakan laptop, kemudian membuka windows media player dan mengisinya dengan beberapa lagu yang saya kehendaki. Sesaat setelah itu saya terkenang dengan salah satu buku antologi puisi bertajuk “Kitab Para Malaikat” buah karya Nurel Javissyarqi. Entah mengapa, malam ini kenang dalam pikir saya tertuju pada karya itu. Baiklah, gumam saya lirih. Continue reading “Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi”

Bahasa »