Kusprihyanto Namma dalam Djoernal Sastra Boemipoetra

Wawancara dengan Kusprihyanto Namma “MENYEMAI SAWAH KEBUDAYAAN”
Dimuat Djoernal Sastra Boemipoetra, edisi Oktober-Desember 2009

Sekitar tahun 1994-1997 nama Kusprihyanto Namma sempat melesat pesat menjadi bintang sastra, mengambil perhatian peminat kesusastraan Indonesia. Kus yang merupakan tokoh Revitalisasi Sastra Pedalaman (RSP) kemudian tenggelam bagai di telan bumi. Kini Kus mengajar ana-anak di MAN Ngawi. Dari pagi sampai jam 13.00 kegiatan intra. Continue reading “Kusprihyanto Namma dalam Djoernal Sastra Boemipoetra”

Benarkah Ada Krisis Bahasa Indonesia?

Mohammad Cahya *
Pikiran Rakyat, 14 Mei 2010

Logo KemdiknasSebagaimana kita tahu, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya. Dari sekitar 5.000 bahasa yang bertebaran di seluruh dunia, salah satu yang tercatat adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia, yang dulunya Bahasa Melayu, tumbuh dan berkembang pesat seiring dengan kemajuan zaman. Continue reading “Benarkah Ada Krisis Bahasa Indonesia?”

Antara Kuli Tinta dan Awak Media

Sunaryono Basuki Ks *
Kompas, 20 Nov 2013

Kata ’kuli’, menurut KBBI, selain bermakna ’pekerja kasar’ ternyata bermakna pula ’penduduk desa keturunan pendiri atau sesepuh desa yang mempunyai hak suara di dalam pemilihan kepala desa dan mempunyai kewajiban penuh melakukan pekerjaan desa’. Sedangkan ’kuli ajek’ di Madura adalah golongan yang dianggap sebagai pendiri suatu masyarakat yang menganut hukum adat tertentu. Continue reading “Antara Kuli Tinta dan Awak Media”

MENGENANG WS RENDRA, Penghayatan Cinta Rendra kepada Allah

Musa Ismail *
riaupos.co

SIAPA yang tidak mengenali Rendra? Beliau bernama Willybrordus Surendra Bhawana Rendra Brotoatmojo. Sastrawan besar yang biasa disapa W.S. Rendra itu lahir di Kampung Jayengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 7 November 1935, pukul 17.05 WIB. Ayahnya bernama Raden Cyprianus Sugeng Brotoatmojo. Ibunya, Raden Ajeng Ismadillah. Pendidikan SMA Rendra di kampung kelahirannya. Willy—begitu sapaan akrabnya—masuk Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan meraih gelar Sarjana Muda (B.A). Pada 1964 hingga Agustus 1967, Rendra berada di Amerika Serikat. Di sana, ia belajar di American Academy of Dramatic Arts. Continue reading “MENGENANG WS RENDRA, Penghayatan Cinta Rendra kepada Allah”

Sastra Mutakhir: Sastra Eksklusif

Alunk Estohank *
riaupos.co

ADA kerisauan ketika harus memikirkan nasib sastra Indonesia, sastra yang semakin hari semakin tidak jelas juntrungnya. Ada apa sebenarnya dengan sastra Indonesia dewasa ini, bukankah seringkali kita temui buku-buku sastra terbit tiap tahunnya, dan bahkan ada yang satu tahun dapat menerbitkan dua buku sastra bahkan ada yang lebih. Kenapa mesti dirisaukan, bukankah itu semua menjadi nilai plus dari sastra itu sendiri. Continue reading “Sastra Mutakhir: Sastra Eksklusif”

Bahasa »