Sastra Yang Mengundang Polemik

Frans Ekodhanto
koran-jakarta.com

Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia yang Paling Berpengaruh menuai kontroversi. Selain kriterianya dipertanyakan, munculnya nama seorang konsultan politik dalam buku ini juga dipertanyakan.
Tidak lama setelah kabar tindak asusila yang dilakukan oleh pelaku sastra berinisial “S”, kali ini, jagat sastra Indonesia kembali digegerkan dengan munculnya buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Buku setebal 734 halaman tersebut disusun oleh Tim 8 yang terdiri dari para sastrawan, yakni Jamal D Rahman (ketua tim), Continue reading “Sastra Yang Mengundang Polemik”

Mengokah “Negeri Asap”, Sebatang Tiang Pancang Cerpen Riau

Rian Kurniawan Harahap *

Tahniah. Dunia literasi Riau setiap tahunnya bergembira dengan kedatangan buku-buku baru yang secara sengaja dan sadar diterbitkan oleh salah satu penerbit besar di Indonesia. Yayasan Sagang secara terstruktur memiliki agenda publik yang besar untuk meningkatkan kemampuan menakar dunia sastra ke dalam lingkungan masyarakat. Buku-buku inilah yang menjadi ‘candu’ tersendiri bagi penulis-penulis muda, atau bahkan penulis belia yang kelak juga akan mengisi tulisan-tulisan di buku tersebut. Continue reading “Mengokah “Negeri Asap”, Sebatang Tiang Pancang Cerpen Riau”

Komedi Sindiran ’’Hantu-hantu’’ Hang Kafrawi

Musa Ismail
Riau Pos, 7 Okt 2012

SECARA leskikal, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘’hantu’’ diartikan sebagai roh jahat yang dianggap terdapat di tempat-tempat tertentu (2005:387). Ketika disebutkan kata ‘’hantu’’, tentu saja mencuat suasana mistis, menakutkan, atau mengerikan. Karena merupakan roh jahat, hantu bersifat mengganggu atau ‘menggoda’ manusia untuk berbuat sesuatu yang jahat. Continue reading “Komedi Sindiran ’’Hantu-hantu’’ Hang Kafrawi”

Ini Anak Aku, Bukan Anak Kau

Hang Kafrawi
Riau Pos, 29 Juli 2007

Cu Man selalu memegang prisip bahwa anak merupakan loyang atau wadah segala tingkah-laku orang tua. Anak seperti mutiara yang belum diketahui oleh orang banyak: ia memancarkan kilauan suci kepolosan, kejujuran, yang bisa berubah menjadi cahaya suram di masa akan datang: tergantung tingkah-laku atau etika yang dicurahkan orang tua kepadanya. Continue reading “Ini Anak Aku, Bukan Anak Kau”

Nusa Puisi, Antologi Puisi Penyair NTT 2016

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 28 Juni 2017

Dalam catatan dan koleksi buku saya, buku antologi puisi yang berjudul Nusa Puisi (2016) yang diulas dalam tulisan ini, merupakan buku antologi puisi keempat dalam sastra NTT. Buku antologi ini menghimpun cukup banyak puisi karya para penyair NTT. Dilihat dari segi banyaknya penyair NTT dan banyaknya puisi yang terhimpun dalam empat buku antologi yang ada, keempat buku antologi ini bisa dinilai sebagai buku antologi representasi karya para penyair NTT yang berkiprah di panggung sastra. Continue reading “Nusa Puisi, Antologi Puisi Penyair NTT 2016”

Bahasa »