Semua Kata Mendua

Putu Wijaya *
Majalah Tempo, 15 Nov 2010

Arti sebuah kata adalah hasil sebuah perjanjian. Kamus melakukan kodifikasi tapi selalu terlambat, karena praktik bahasa bisa membelot dan berkhianat dengan seenak perutnya. Tidak ada hukum suci yang bisa membatasi karier sebuah kata. Tata bahasa boleh menjadi pengawal yang kejam, tapi sebuah kata bagai seniman bebas yang petualangannya menyelusup dan berbelok tajam tak bisa diramal. Continue reading “Semua Kata Mendua”

Spiritualitas yang Hilang

Ayu Utami *
Majalah Tempo, 6 Okt 2014

Saya pernah berdebat dengan editor saya tentang suatu cara pengungkapan. Kami sedang menyiapkan novel Bilangan Fu. Satu kalimat dalam naskah saya berstruktur ini: padaku ada sesuatu. Mungkin agar pembaca mudah paham, editor ingin menyederhanakan kalimat itu dan menggantinya jadi: aku punya sesuatu. Kenapa harus pakai struktur yang rumit jika ada yang lebih jelas? Kenapa gunakan tata bahasa kuno jika ada yang modern? Continue reading “Spiritualitas yang Hilang”

Bahasa Pengantar di Lembaga Pendidikan

Ajip Rosidi *
Pikiran Rakyat, 27 Nov 2010

Pada 1951, UNESCO menganjurkan agar bahasa pengantar yang digunakan di lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah sebaiknya bahasa ibu anak-anak didik karena bahasa ibu lebih mesra dan lebih dikuasai oleh anak didik. Akan tetapi, pemerintah Republik Indonesia pada 1953 melalui Undang-Undang Pendidikan menetapkan bahwa di sekolah rakyat 6 tahun, yang sebelumnya menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar untuk semua mata pelajaran, hanya boleh digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas I-III. Continue reading “Bahasa Pengantar di Lembaga Pendidikan”

Partai

Agus R. Sarjono *
Majalah Tempo, 3 Okt 2011

Partai yang selalu besar jumlah anggotanya dalam semua cerita silat (cersil) Cina, khususnya peranakan Indonesia, adalah Partai Pengemis alias Kay Pang. Partai terbesar ini biasanya ditandai oleh pakaian mereka yang tambalan, dan “Ilmu Tongkat Penggebuk Anjing”, ilmu silat tertinggi khusus buat ketua partainya. Kwee Cheng, tokoh utama Pendekar Rajawali Sakti karya Chin Yung, adalah murid ketua Partai Pengemis. Continue reading “Partai”

Bahasa »