Roman NU dan Muhammadiyah

Bandung Mawardi *
solopos.com

Di toko buku berslogan diskon di Kota Solo, ada tatanan buku-buku baru. Saya melihat buku berwarna hijau! Buku itu roman berjudul Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dan diterbitkan oleh Bentang.

Di atas judul dan gambar kambing ada keterangan: Pemenang I Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta. Wah, roman ini tentu patut diduga keren! Di bawah judul ada komentar pendek dari Ahmad Syafii Maarif, tokoh Muhammadiyah: Novel yang sangat menarik dan mengalir, enak dibaca. Continue reading “Roman NU dan Muhammadiyah”

Pengalaman Unik Membaca Ulid *

Katrin Bandel **

Bagi saya pribadi, membaca novel Ulid Tak Ingin ke Malaysia (yang sekarang dicetak ulang dengan judul lebih pendek: Ulid) karya Mahfud Ikhwan membawa pengalaman yang agak unik. Novel tersebut bersetting di sebuah desa terpencil bernama Lerok, di Jawa Timur, dengan tokoh utama seorang anak laki-laki yang kehidupannya dikisahkan mulai masa kecilnya sampai remaja dan beranjak dewasa. Continue reading “Pengalaman Unik Membaca Ulid *”

Gorys Keraf, Ilmuwan Bahasa dari NTT

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende) 31 Okto 2015

Thomas Todo Golo dalam opininya di harian Pos Kupang (2 Mei 2013) mengutip pernyataan Jus Badudu, pendekar bahasa Indonesia tahun 1980-an dari Universitas Padjadjaran Bandung yang dimuat harian Kompas. Lewat Kompas (1986) Jus Badudu menyatakan betapa besarnya sumbangan orang-orang NTT dalam proses pembakuan bahasa Indonesia. Badudu bahkan menyebut sumbangan orang-orang NTT sekitar 60-70 %. Continue reading “Gorys Keraf, Ilmuwan Bahasa dari NTT”

Bahasa ยป