Sastra yang Menjaga Indonesia

Ilham Khoir
Kompas, 25 Agu 2015

Ada yang menarik dalam pemberian penghargaan Rancage 2015 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/8). Selain beberapa sastrawan diberikan anugerah kebudayaan, acara itu diwarnai pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi bahwa sastrawan dan karya-karyanya berpotensi besar menjadi inspirasi dan menjaga nilai keindonesiaan. Continue reading “Sastra yang Menjaga Indonesia”

Cerita Rakyat: Joko Umbaran

Diadaptasi bebas dari Suwondo, Bambang. 1981
Cerita Rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Joko Umbaran adalah anak dari Danang Sutawijaya dan Rara Rembayung. Ayahnya, Danang Sutawijaya, adalah seorang raja Mataram dengan gelar Kanjeng Panembahan Senopati. Sedangkan ibunya, Rara Rembayung, hanyalah seorang rakyat biasa yang dijadikan selir oleh raja Mataram. Karena hanya berkedudukan sebagai seorang selir, maka Rara Rembayung tinggal di luar benteng istana. Continue reading “Cerita Rakyat: Joko Umbaran”

ARWAH-ARWAH

Naskah Teater Karya: W. B. Yeats
terjemahan: Suyatna Anirun

RERUNTUHAN RUMAH, SEBATANG POHON TAK BERDAUN

PEMUDA
Setengah pintu, pintu tengah
Kesana kemari siang dan malam
Memikul beban, ke bukit dan ke lembah
Mendengar kau bicara saja. Continue reading “ARWAH-ARWAH”

CERMIN

Naskah Teater Karya: Nano Riantiarno

PANGGUNG MULA-MULA GELAP. GELAP SEKALI. TIBA-TIBA TERDENGAR TERIAKAN KETAKUTAN SEORANG LAKI-LAKI. PANGGUNG MASIH TETAP GELAP.

SUARA:
Jangan! Jangan tinggalkan saya! Tolong! Tolong! Tolong! Nyalakan lampu, saya takut gelap! Saya takut sendirian! Tolong! Jangan tinggalkan saya! Cahaya, saya butuh cahaya! Saya butuh terang! Tolong…cahaya… cahaya. Continue reading “CERMIN”

BUDAYA POSTMODERN DAN KAUM MINORITAS

Agus Sulton
Radar Mojokerto 14 Feb 2016

Kehidupan manusia terlahir menyimpan beraneka ragam sosiobudaya yang menyertainya. Tuhan menciptakan manusia dengan bermacam-macam latar dan mengantongi nasib atau takdir yang tidak mudah dibacakan secara nalar walaupun Tuhan juga menciptakan aturan-aturan sepatutnya dilakukan manusia dan tidak dikehendakinya kemungkaran. Hidup bisa dimaknai rangkaian bunga kecil, disebut-sebut makhluk sempurna yang dibekali akal namun lemah tanpa kuasa Tuhan. Jalinan kehidupan merupakan skenario ruang terkecil dari sebuah panggung drama yang sangat renta. Continue reading “BUDAYA POSTMODERN DAN KAUM MINORITAS”

Bahasa ยป