Tiga Sekutu Setan

Muhidin M. Dahlan *

KAU orang muda Jawa-Arab yang pergi ke tanah haram. Mungkin mengikuti jejak spiritualitas para nabi. Atau berharap mendapatkan barakah kesempurnaan hidup dan kecemerlangan pandangan jiwa dalam menangkap lenggak-lenggok kehidupan. Seperti para nabi. Seperti orang-orang suci yang pernah lahir dan tertempa di sana. Kau ingin mengikuti jalan mereka. Continue reading “Tiga Sekutu Setan”

Wabah

A. Mustofa Bisri

Mula-mula tak ada seorang pun di rumah keluarga besar itu yang berterus terang. Masing-masing memendam pengalaman aneh yang dirasakannya dan curiga kepada yang lain. Masing-masing hanya bertanya dalam hati, “Bau apa ini?” Lalu keadaan itu meningkat menjadi bisik-bisik antar “kelompok” dalam keluarga besar itu. Kakek berbisik-bisik dengan nenek. “Kau mencium sesuatu, nek?” Continue reading “Wabah”

Bahasa Ruhani

Kuswaidi Syafi’ie
kabarbangsa.com

Bahasa merupakan sarana bagi berlangsungnya transformasi pemahaman dari “orang pertama tunggal” kepada komunikannya atau sebaliknya. Dilukiskan bahwa ketika kerja bahasa berlangsung, di situ sesungguhnya terbentang jarak yang sedang diatasi di antara dua kutub atau lebih. Bahasa tampil sebagai aktualisasi dan perayaan terhadap “kebersamaan di antara aku-engkau” dalam pemahamannya yang luas dan majmuk. Continue reading “Bahasa Ruhani”

Jalan Lengang Korrie

Marhalim Zaini
riaupos.co

“Tualang panjang ini Semakin jauh semakin lengang Langkah pun lelah menapak juang..” MUNGKIN, ia memang lelah. Menulis 357 buku itu, energinya besar sekali. Tak pula satu-dua genre, tapi (mungkin) semua genre ia tulis. Apalagi, rupanya, dunia yang ia tekuni ini, dunia yang memang lengang. Bahkan setelah ia menulis ratusan buku itu, pun setelah ia ternama, setelah semakin jauh ia tapaki tualang panjang itu, malah ia semakin disungkup “lengang”. Continue reading “Jalan Lengang Korrie”

Bahasa »