Membangun Kultur Sekolah melalui Profesionalitas Guru

Agus Prasmono *

Apakah betul, guru sebagai pembangun kultur sekolah? Di sini perlu diingatkan kembali, untuk mereposisi guru sebagai figur dan agen perubahan sosial (agent of social change) di masyarakat. Gurulah motor penggerak perubahan di sekolah. Apakah yang lain tidak perlu mengadakan perubahan. Tentu jawabnya bukan begitu. Adakah di dunia ini yang abadi? Semuanya mengalami perubahan, yang kekal hanyalah perubahan itu sendiri. Continue reading “Membangun Kultur Sekolah melalui Profesionalitas Guru”

Tak Hanya Belajar Mengejar Angka

Tiyasa Jati Pramono *

Pemerintah mengisyaratkan untuk menaikkan standar kelulusan Ujian Nasional (UN) di tahun ajaran 2008/2009 yang akan mencapai angka enam. Harian Media Indonesia edisi 7 Agustus 2006 menurunkan pernyataan Kepala Biro kerja sama luar negeri Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Gatot Hari Priowirjanto, mengatakan bahwa nilai kelulusan itu akan ditawarkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertajuk Revitalisasi Pendidikan Nasional, yang melibatkan 46 pakar pendidikan di Indonesia. Continue reading “Tak Hanya Belajar Mengejar Angka”

Pemahaman Ilmu yang Dikotomis, Awal dari Kehancuran Peradaban

Masyhudi *

Realita yang tak dapat dipungkiri bahwa arus westernisasi berdampak pada kedinamisan keilmuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun sisi lain tak dapat dipungkiri, ekses darinya ilmu telah menghantarkan pada rusaknya dimensi spiritual insan. Maraknya dekadensi moral, tindak asusila serta tajamnya angka kriminalitas tak lain disebabkan konsep keilmuan Barat yang secara epistemologis hanya mengakui panca indera dan akal sebagai sumbernya. Ia menafikan sumber lain seperti Wahyu, Intuisi /Ilham dan lainnya yang notabene berakar dari ajaran agama. Continue reading “Pemahaman Ilmu yang Dikotomis, Awal dari Kehancuran Peradaban”

Bahasa ยป