Sastra “Versi Iklan Kecap” Indonesia *

Nurel Javissyarqi

“Nun, demi kalam (pena) dan apa yang mereka tuliskan.” QS. al Qalam (68) ayat 1.

Judul di atas mengambil olok-olokkannya kritikus Dami N. Toda kepada kritikus A. Teeuw dalam esainya “Mempertanyakan Sastra Itu Kembali” di bukunya “Apakah Sastra?” (Cetakan Pertama, Indonesia Tera 2005), yang termasuk versi iklan kecap menurut saya. Dan oleh karena kebetulan saya sedang menggarap buku kritik yang rencana judul besarnya “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia” lewat satu esainya Dr. Ignas Kleden Puisi dan Dekonstruksi: Perihal Sutardji Calzoum Bachri.” Maka sajian sekarang tidak jauh dari apa yang teranalisa demi memudahkan saya berselancar. Continue reading “Sastra “Versi Iklan Kecap” Indonesia *”

Dari Governor General’s Award hingga ke Nobel Prize

(Alice Munro Meraih Nobel Sastra 2013)
Dantje S Moeis *
Riau Pos, 27 Okt 2013

‘IMPRIVISIBLI’, sebuah kalimat pendek dalam bahasa Perancis, yang terlontar dari mulut seorang teman, ketika via telepon saya menanyakan pendapatnya tentang Alice Ann Munro (kini berusia 82 tahun) si peraih Nobel sastra tahun ini 2013 (diumumkan Jumat (11/10/2013). Continue reading “Dari Governor General’s Award hingga ke Nobel Prize”

I Wayan Sujana “Suklu”: Perupa yang Tidak Biasa

Vien Dimyati
Jurnal Nasional, 3 Nov 2013

Dia melukis di atas novel. Suklu juga suka membaca dan mengoleksi buku. Seniman yang juga dosen ini ingin membuat museum yang menyimpan semua karya-karyanya.

Dengan menggenggam arang hitam dan membawa buku novel tebal, pria berkemeja coklat dan jeans belel itu terlihat seperti orang biasa. Mungkin jika orang yang melihat namun tidak mengenalnya akan menyangka dia hanya orang biasa yang berpakaian lusuh. Continue reading “I Wayan Sujana “Suklu”: Perupa yang Tidak Biasa”

Bahasa »