Tebekule, Konsep Kritik Sastra

Mihar Harahap *
analisadaily.com

Pernah orang bertanya, 1). mengapa saya memilih kritik, 2). apa landasan teorinya, 3). metode dan langkah apa yang saya gunakan dalam mengeritik karya sastra. Kebetulan, ada pertanyaan yang riskan untuk dijawab. Mengingat, 1). ada hubungan dengan pembahasan karya, 2). masih meliputi kegiatan apresiasi sastra, 3). klaim ‘orang’ di media tentang kritik saya, maka saya merasa perlu memberikan penjelasan. Continue reading “Tebekule, Konsep Kritik Sastra”

KOMPLEKSITAS ANTILAN TERHADAP SASTRA INDONESIA

Suyadi San *
Waspada, 10 Feb 2008

KRITIKUS sastra, pakar sastra, dan peneliti sastra bertanggung jawab dalam upaya pengembangan sastra. Kita mahfumi bersama, pengembangan sastra menempatkan karya sastra sebagai sasaran atau objek kegiatan yang akan diteliti dan dikaji. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk penyusunan, misalnya, kamus sastra, ensiklopedia sastra, sejarah sastra, ataupun buku panduan pengajaran sastra. Continue reading “KOMPLEKSITAS ANTILAN TERHADAP SASTRA INDONESIA”

Mengatasi Korupsi di Sekolah

Sutejo *
Kompas, 26 Jan 2004

Diskursus korupsi di sekolah, yang dimuat Kompas beberapa waktu lalu, sangat menarik untuk direspon masyarakat agar korupsi sebagai salah satu jenis “penyakit mematikan” itu tidak berkembang biak di sekolah. Kalau Budiyana di harian ini (Kompas, 12 Januari 2004) setengah “menyangkal” atas “gugatan” Syukur Budiardjo, yang mensinyalir guru sebagai pelaku korupsi di sekolah yang dimuat sebelumnya (Kompas, 15 Desember 2003), boleh jadi itu hanya semata perbedaan persepsi dan cara pandang. Continue reading “Mengatasi Korupsi di Sekolah”

Di Ujung Lorong Buntu

Sunaryono Basuki Ks
Suara Karya, 16 Maret 2013

Pengakuan Seorang Tukang Sampah Kejadiannya? Begini. Seperti biasa di pagi buta itu aku sudah menelusuri jalan kota menuju kompleks perumahan yang sampahnya akan kukumpulkan. Kereta sampah yang dibuat dengan biaya proyek kebersihan kota beberapa tahun yang lalu, kuparkir di ujung lorong yang buntu dari kompleks perumahan itu. Continue reading “Di Ujung Lorong Buntu”

Bahasa »