Rumah di Tepi Lumpur (MENGENANG TRAGEDI LUMPUR LAPINDO)

Yusri Fajar
_Koran Surya, 2008

Senja berhias debu beterbangan dari jalanan yang tergilas roda kendaraan. Beberapa truk berjalan beriringan, datang silih berganti memuntahkan tanah keras bercampur batu di atas tanggul penahan luapan lumpur. Karman, lelaki berumur empat puluh lima tahun, menatap hamparan mega dari atas salah satu sudut tanggul yang memanjang. Telah setahun rumahnya tenggelam dalam lumpur yang keluar deras dari perut bumi. Rumah hasil jerih payahnya itu kini tinggal kenangan. Continue reading “Rumah di Tepi Lumpur (MENGENANG TRAGEDI LUMPUR LAPINDO)”

LEBIH JAUH DENGAN DOKTOR IGNAS KLEDEN

Ignas Kleden
Pewawancara: St Sularto

DOKTOR Ignas Kleden (46) berlatar belakang ilmu filsafat, tetapi kegiatan sehari-hari terutama di bidang sosial, politik dan kebudayaan. Tahun 1982 memperoleh gelar MA ilmu filsafat dari Universitas Munchen. Awal tahun 1995 memperoleh gelar doktor sosiologi dari Universitas Bielefeld, Jerman. Disertasinya menggugat studi-studi Clifford Geertz (69) tentang Indonesia secara keseluruhan. Continue reading “LEBIH JAUH DENGAN DOKTOR IGNAS KLEDEN”

Sastra dan Sihir Modernitas

Bandung Mawardi *
Lampung Post, 27 Mei 2012

PENGARANG memiliki kepekaan dan model ungkap unik dalam memerkarakan hembusan modernitas di negeri sendiri. Pengungkapan kerap mengaitkan dengan representasi-representasi modernitas dalam berbagai bentuk. Pilihan atas bentuk aksentuasi modernitas ditanggapi melalui kalimat-kalimat impresif. Pelacakan melalui kalimat-kalimat ini mirip peziarahan historis untuk mengenali dan menemukan penolakan dan penerimaan suatu negeri terhadap sihir modernitas. Continue reading “Sastra dan Sihir Modernitas”

In Memoriam: Magma Sastra di Tangan Prof. A. Teeuw

Rama Prabu *
Kompas, 28 Mei 2012

PROF. A. Teeuw, tak banyak laman maya berbahasa Indonesia bercerita tentang hidup dan kehidupannya. Wikipedia pun hanya menulis Profesor Andries A. Teeuw lahir di Gorinchem, Belanda, 12 Agustus 1921 adalah pakar sastra dan budaya Indonesia asal Belanda. Selebihnya hanya menjelaskan Profesor Teeuw Award dimana Profesor Teeuw Foundation diluncurkan pada tahun 1991 sebagai warisan Program Studi Profesor Teeuw di Indonesia. Continue reading “In Memoriam: Magma Sastra di Tangan Prof. A. Teeuw”

Militansi yang Menghidupi Sastra Jawa

Ichwan Prasetyo
http://www.facebook.com/ichwan.prasetyo

Hari Sabtu, 29 Oktober 2011, saya datang di acara Kongres Sastra Jawa (KSJ) III di Desa Wisata Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saya mendapat jatah berbicara di sesi tentang media massa berbahasa Jawa di tengah perkembangan media massa berbahasa Indonesia. KSJ III diselenggarakan tiga hari, Jumat-Minggu, 28-30 Oktober 2011. Continue reading “Militansi yang Menghidupi Sastra Jawa”

Bahasa ยป