Propinsi Para Penyair

Ribut Wijoto
terpelanting.wordpress.com

Di antara warna-warna kesedihan wajah, ada tersisa gurat ceria. Di sebaliknya, gelimang absurd gelak tawa senantiasa diintip rasa cemas, dan siap meluas. Ajaran Tao menekankan kepercayaan pada perimbangan kalkulasi kenyataan. Begitu pula yang terjadi di Surabaya kini. Di antara ruap gelibat kasus (sampah, penggusuran PKL, sakitnya walikota, dll), kabar gembira mesti diyakini. Continue reading “Propinsi Para Penyair”

Poligami ala China

Arman A.Z. *
lampungpost.com

Raise the Red Lantern (Persaingan Para Istri). Su Tong. Serambi, November 2011. 136 hlm.

NOVEL Raise the Red Lantern merupakan karya perdana Su Tong yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Novel ber-setting 1920-an ini pertama kali terbit dalam bahasa China sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Wives and Concubines (1990). Continue reading “Poligami ala China”

Taman Budaya Bali Layak Diteladani

Doddy Hidayatullah
http://www.suarakarya-online.com/

Sebuah patung Kumbakarna berukuran tinggi sekitar lima meter, hasil sentuhan tangan terampil seniman I Wayan Nyungkal asal Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu hiasan halaman Taman Budaya Denpasar. Kehadiran patung Kumbakarna tersebut sekaligus menjadikan Taman Budaya Bali sebagai sebuah taman budaya yang layak diteladani, khususnya bagaimana sebaiknya sebuah taman budaya dibangun sesuai dengan impian para seniman. Continue reading “Taman Budaya Bali Layak Diteladani”

Bahasa »